- 🌱 1. Pilih Batang Kangkung yang Masih Segar
- 🧹 2. Bersihkan Sisa Daun di Bagian Bawah
- 💧 3. Rendam Pangkal Batang dalam Air
- 🪴 4. Siapkan Media Tanam
- 📏 5. Tanam Batang dengan Kedalaman yang Tepat
- ☀️ 6. Jaga Kelembapan dan Beri Cahaya
- ✂️ 7. Panen dan Rawat Kembali
- 🔎 Pertanyaan Seputar Menanam Kangkung dari Sisa Batang
Brilio.net - Kangkung menjadi salah satu sayuran yang sering diolah untuk menu sehari-hari. Setelah dimasak, bagian batang bawah yang tersisa biasanya langsung dibuang. Padahal, potongan batang tersebut bisa dimanfaatkan kembali untuk ditanam.
Dilansir Brilio.net dari Liputan6.com, Sabtu (3/10/2026), metode menanam kembali sisa tanaman seperti ini dikenal dengan istilah regrowing. Caranya dapat dilakukan menggunakan wadah sederhana, air bersih, dan media tanam.
Bagi yang ingin mencoba memanfaatkan sisa batang kangkung di rumah, berikut tujuh langkah yang dapat dilakukan.
🌱 1. Pilih Batang Kangkung yang Masih Segar
Langkah pertama adalah memilih batang yang kondisinya masih baik. Gunakan bagian pangkal batang yang cukup besar, keras, dan masih berwarna hijau.
Hindari batang yang sudah layu, membusuk, atau berubah warna menjadi kecokelatan. Dalam materi Liputan6.com, batang yang disarankan memiliki panjang sekitar 5–10 sentimeter dari bagian pangkal atau bekas potongan.
Batang yang sudah memiliki serabut atau bakal akar pada bagian ruas juga dapat diprioritaskan untuk proses penanaman kembali.
🧹 2. Bersihkan Sisa Daun di Bagian Bawah
Sebelum batang direndam atau ditanam, bersihkan sisa daun yang masih menempel di bagian bawah.
Daun bisa dipetik atau dipotong secara perlahan. Bagian yang akan direndam atau masuk ke media tanam sebaiknya tidak dipenuhi sisa daun agar tidak mudah mengalami pembusukan.
💧 3. Rendam Pangkal Batang dalam Air
Untuk proses awal, potongan batang dapat direndam menggunakan gelas atau wadah plastik transparan.
Isi wadah dengan air bersih setinggi sekitar 3–5 sentimeter, kemudian masukkan batang dengan posisi tegak. Pastikan hanya bagian pangkal yang terendam.
Letakkan wadah di tempat yang teduh tetapi tetap terang. Dalam materi sumber disebutkan, serabut akar dapat mulai muncul sekitar dua hingga tiga hari.
Air juga perlu diganti setiap dua hari agar tetap bersih dan tidak menimbulkan bau.
🪴 4. Siapkan Media Tanam
Setelah akar tumbuh, batang kangkung dapat dipindahkan ke media tanam. Dalam materi Liputan6.com, pemindahan biasanya dilakukan ketika akar sudah tumbuh sekitar hari kelima atau keenam.
Siapkan pot atau polybag yang memiliki lubang drainase. Media tanam yang digunakan terdiri dari tanah, arang sekam, dan kompos dengan perbandingan 1:1:1.
Sebelum batang ditanam, basahi terlebih dahulu media agar lebih mudah digunakan dan akar yang masih halus tidak mudah rusak.
📏 5. Tanam Batang dengan Kedalaman yang Tepat
Buat lubang kecil dengan kedalaman sekitar 3–5 sentimeter. Masukkan bagian pangkal batang yang sudah berakar ke dalam lubang tersebut.
Tutup kembali dengan tanah dan tekan perlahan bagian di sekeliling batang agar tanaman dapat berdiri dengan stabil.
Jika menggunakan pot berukuran cukup lebar untuk beberapa batang, materi sumber menyarankan jarak sekitar 5 sentimeter antartanaman.
☀️ 6. Jaga Kelembapan dan Beri Cahaya
Setelah ditanam, perhatikan kondisi media agar tetap lembap. Dalam materi sumber, penyiraman dilakukan secara teratur pada pagi dan sore hari, sambil memastikan air tidak menggenang karena lubang drainase tetap berfungsi.
Tanaman juga perlu ditempatkan di area yang mendapat cukup sinar matahari. Materi Liputan6.com menyebut kebutuhan paparan cahaya matahari langsung sekitar 4–6 jam per hari.
✂️ 7. Panen dan Rawat Kembali
Setelah sekitar dua hingga tiga minggu sejak pindah tanam, tanaman kangkung disebut dapat mulai dipanen ketika pertumbuhannya sudah cukup rimbun.
Gunakan gunting bersih untuk memotong bagian atas dan sisakan sekitar 5 sentimeter batang bagian bawah.
Sisa batang tersebut dapat dipelihara kembali agar menghasilkan tunas baru. Untuk perawatan lanjutan, materi sumber menyebut pemberian Pupuk Organik Cair (POC) atau kompos matang setiap dua minggu.
🔎 Pertanyaan Seputar Menanam Kangkung dari Sisa Batang
1. Apakah batang kangkung dari pasar bisa ditanam kembali?
Dalam materi Liputan6.com disebutkan kangkung darat maupun kangkung air dapat diregrow selama batang utamanya belum membusuk atau lembek.
2. Mengapa batang kangkung yang direndam bisa menghitam?
Materi sumber menyebut kondisi tersebut dapat terjadi ketika air rendaman tidak diganti atau terlalu banyak bagian batang yang terendam.
3. Apakah batang kangkung harus direndam air sebelum ditanam?
Tidak harus. Berdasarkan materi sumber, batang dapat langsung ditanam pada media tanah yang basah dengan tetap menjaga kelembapannya.
4. Berapa kali kangkung dari satu batang dapat dipanen?
Materi Liputan6.com menyebut satu batang dapat kembali dipanen sekitar 3–4 kali siklus selama kebutuhan nutrisi media tanam tetap diperhatikan.
Recommended By Editor
- BRI Consumer Expo 2026 Goes to Bintaro Jaya hadirkan pilihan properti dan kendaraan, bawa banyak promo
- Daun kacang panjang sudah rimbun tapi polong sedikit? cek 7 hal ini
- Main ke Pestapora 2026 jangan lupa pakai BRImo, ada cashback 20% untuk transaksi QRIS & promo lainnya
- 7 Cara merawat pohon duku agar lebih cepat masuk masa berbuah, atur air hingga pemupukan
- 7 Cara merawat tanaman terong agar rajin berbuah, dari pemupukan hingga penyangga
- Di kulkas cuma ada kangkung sama terong? yuk coba 8 olahan lauk lezat dan murah meriah ini
- Tak punya halaman luas? Kangkung tetap bisa ditanam di polybag
- Tak perlu belah batang satu-satu, begini cara bersihkan kangkung agar kotoran dan serangga mudah luruh
- Punya kangkung yang mau layu? ini cara mengolahnya jadi cah kangkung yang tetap kriuk dan segar
- Tumis kangkung berubah warna setelah matang? Cek durasi dan panas wajan

