Brilio.net - Tanaman terong membutuhkan perawatan yang sesuai sejak awal pertumbuhan hingga memasuki masa panen. Bukan hanya soal pupuk, kondisi tanah, air, penyerbukan, sampai posisi batang juga perlu diperhatikan.

Beberapa panduan berkebun menyarankan sejumlah langkah sederhana yang dapat diterapkan pada tanaman terong di pekarangan maupun lahan pertanian. Perawatannya mencakup menjaga kondisi tanah tetap hangat, memberikan nutrisi sesuai fase pertumbuhan, membantu penyerbukan, hingga memanen buah secara rutin.

Berikut tujuh hal yang bisa diperhatikan agar tanaman terong tumbuh dan berproduksi dengan lebih optimal, dilansir dari Liputan6.com, Jumat (25/9/2026).

1. Pastikan kondisi tanah cukup hangat

Terong termasuk tanaman yang menyukai kondisi hangat. Suhu tanah yang terlalu rendah pada awal pertumbuhan dapat menghambat perkembangan tanaman dan pembentukan buah.

Sumber yang dirangkum Liputan6.com menyebut suhu tanah di atas 21 derajat Celsius dapat membantu pertumbuhan terong sebelum bibit dipindahkan. Salah satu cara yang disebutkan adalah menutup permukaan tanah dengan plastik hitam beberapa minggu sebelum penanaman untuk membantu meningkatkan suhu tanah.

Namun, cara tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi lahan dan cuaca. Hindari menanam ketika kondisi masih terlalu dingin.

2. Berikan pupuk sesuai kebutuhan tanaman

Nutrisi menjadi salah satu bagian penting dalam perawatan terong. Pemberian pupuk dapat disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman.

Sumber yang digunakan menyebut pupuk cair organik seperti pupuk rumput laut atau kompos cair dapat diberikan secara rutin sejak masa pertumbuhan. Ketika tanaman mulai berbunga, pupuk dengan kandungan kalium lebih tinggi disebut dapat mendukung pembentukan bunga dan buah.

Kompos juga dapat ditambahkan ke tanah sebelum penanaman untuk membantu kondisi media tetap mendukung pertumbuhan akar dan drainase.

3. Bantu penyerbukan ketika bunga sulit menjadi buah

Bunga terong dapat melakukan penyerbukan sendiri. Namun, pada lokasi yang minim serangga penyerbuk, proses tersebut tidak selalu berlangsung optimal.

Salah satu cara yang disebut dalam sumber adalah membantu penyebaran serbuk sari menggunakan getaran lembut. Caranya, ujung sikat gigi elektrik ditempelkan sebentar pada tangkai bunga.

Cara ini terutama ditujukan untuk tanaman yang berada di area tertutup atau pekarangan dengan sedikit aktivitas serangga.

4. Pangkas bagian tanaman yang tidak diperlukan

Pemangkasan dapat dilakukan untuk mengatur pertumbuhan tanaman. Mencubit atau memangkas pucuk utama ketika tanaman masih muda disebut dapat merangsang munculnya cabang baru.

Bagian lain seperti tunas air dan daun bagian bawah yang mulai menguning juga dapat dipangkas. Tujuannya bukan memangkas sebanyak mungkin, tetapi menjaga pertumbuhan tanaman tetap terarah dan tidak terlalu banyak memiliki bagian yang kurang produktif.

5. Jangan menunda panen terlalu lama

Buah terong yang sudah siap dipanen sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama di tanaman. Pemanenan secara rutin disebut dapat membantu tanaman terus menghasilkan bunga dan buah baru.

Sumber menyarankan terong dipanen ketika ukurannya belum mencapai ukuran maksimal dan kulitnya masih tampak mengilap. Waktu panen tetap dapat berbeda tergantung varietas dan kondisi tanaman.

6. Gunakan penyangga saat batang mulai terbebani buah

Tanaman yang menghasilkan banyak buah akan membutuhkan penopang agar batang dan cabangnya tidak mudah merunduk atau patah.

Penyangga bambu dapat dipasang ketika buah mulai membesar. Penopang membantu menjaga cabang tetap berada di atas tanah, terutama ketika tanaman menghadapi angin, hujan, atau beban buah yang semakin berat.

Selain menjaga batang, posisi buah yang tidak langsung menyentuh tanah juga dapat membantu mengurangi risiko buah rusak atau busuk.

7. Jaga kelembapan tanah tetap stabil

Kekurangan air dapat membuat tanaman mengalami stres. Pada masa berbunga, kondisi tersebut dapat menyebabkan bunga rontok sebelum berkembang menjadi buah.

Karena itu, penyiraman perlu dilakukan secara teratur dengan memperhatikan kondisi tanah dan cuaca. Sumber yang dirangkum menyebut kebutuhan air sekitar 5 cm per minggu, termasuk dari hujan maupun penyiraman tambahan, terutama ketika tanaman memasuki masa berbunga dan pembentukan buah.

Mulsa di sekitar pangkal tanaman juga dapat membantu mempertahankan kelembapan tanah sekaligus mengurangi pertumbuhan gulma.

Cek perawatan terong sesuai kondisinya

Kondisi tanamanBagian yang perlu diperhatikanPerawatan yang bisa dicoba
Pertumbuhan awal lambatSuhu tanahPastikan kondisi tanah cukup hangat
Daun dan batang tumbuh tetapi produksi kurang optimalNutrisiSesuaikan pupuk dengan fase pertumbuhan
Bunga banyak tetapi sulit menjadi buahPenyerbukanBantu penyebaran serbuk sari secara manual
Tanaman tumbuh terlalu menjulangPucuk dan cabangLakukan pemangkasan secara selektif
Buah sudah munculWaktu panenPanen secara rutin dan tidak terlalu lama ditunda
Batang mulai merundukBeban buahPasang penyangga bambu atau ajir
Bunga mudah rontokKelembapan tanahJaga penyiraman tetap konsisten

 

Perawatan perlu disesuaikan dengan kondisi tanaman

Tidak semua tanaman terong membutuhkan perlakuan yang sama. Kondisi tanah, cuaca, usia tanaman, lokasi penanaman, hingga jumlah serangga penyerbuk dapat memengaruhi kebutuhan perawatannya.

Karena itu, perhatikan kondisi tanaman terlebih dahulu sebelum menambah pupuk, memangkas, atau melakukan perlakuan lain. Perawatan yang dilakukan secara rutin dan sesuai kebutuhan dapat membantu tanaman tumbuh lebih optimal hingga masa panen.

FAQ

1. Mengapa bunga terong sering rontok sebelum menjadi buah?

Salah satu penyebab yang disebut dalam sumber adalah kekurangan air atau kondisi tanaman yang mengalami stres akibat kekeringan. Penyerbukan yang kurang optimal juga dapat menjadi faktor yang perlu diperiksa.

2. Apakah penyerbukan manual perlu dilakukan pada semua tanaman terong?

Tidak selalu. Bunga terong dapat menyerbuki dirinya sendiri. Bantuan manual lebih relevan ketika tanaman berada di lokasi yang minim serangga penyerbuk atau bunga banyak tetapi sulit berkembang menjadi buah.

3. Kapan penyangga bambu sebaiknya dipasang pada tanaman terong?

Penyangga dapat dipasang ketika buah mulai membesar dan batang atau cabang mulai menerima beban lebih berat. Penopang membantu mencegah batang merunduk atau patah.