Brilio.net - Pohon duku yang sudah tumbuh besar tetapi belum juga menghasilkan buah tentu membuat pemilik pekarangan bertanya-tanya. Kondisi tersebut tidak selalu berarti tanaman kekurangan pupuk. Pembungaan duku dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari umur dan asal bibit, kondisi air, unsur hara, cahaya, hingga keadaan tanah.

Perawatan juga perlu disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman. Pohon yang terus menghasilkan tunas dan daun, misalnya, belum tentu berada dalam kondisi yang mendukung pembentukan bunga. Sebaliknya, mengurangi air atau pupuk secara berlebihan juga bisa membuat tanaman mengalami stres.

Karena itu, cara merawat pohon duku agar lebih cepat masuk masa berbuah sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan kondisi tanaman, bukan sekadar memberikan perlakuan tertentu. Berikut beberapa hal yang bisa diperhatikan.

1. Atur penyiraman sesuai kondisi tanah

Ketersediaan air menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pembungaan duku. Tanaman duku dapat mengalami pembungaan setelah melewati periode yang relatif kering, kemudian memperoleh air kembali.

Di pekarangan, kondisi tersebut perlu disesuaikan dengan cuaca. Saat hujan masih sering turun dan tanah sudah cukup lembap, penyiraman tambahan tidak perlu dilakukan berlebihan. Setelah periode kering, tanaman dapat kembali memperoleh air sesuai kebutuhan.

Yang perlu dihindari adalah membuat tanah terus-menerus basah atau justru membiarkan tanaman kekurangan air sampai mengalami kerusakan.

2. Berikan pupuk sesuai kebutuhan tanaman

Pupuk membantu menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berproduksi. Namun, pemberian pupuk dalam jumlah banyak tidak otomatis membuat pohon duku lebih cepat berbunga.

Kondisi tanah juga perlu diperhatikan. Pedoman budidaya duku dari Kementerian Pertanian menyebutkan bahwa duku dapat tumbuh baik pada tanah dengan pH sekitar 6–7, meskipun tanaman ini relatif toleran terhadap kondisi tanah yang lebih masam.

Untuk pohon yang sudah besar, pemupukan dapat dilakukan menggunakan bahan organik dan pupuk sesuai kebutuhan tanaman serta anjuran pada produk. Hindari menambah dosis secara sembarangan karena kelebihan unsur tertentu juga dapat mengganggu keseimbangan pertumbuhan.

3. Pangkas cabang yang terlalu rapat

Cabang yang tumbuh terlalu padat dapat membuat bagian dalam tajuk kurang mendapatkan cahaya dan sirkulasi udara. Pemangkasan secara selektif dapat membantu membuat tajuk lebih teratur.

Tidak semua cabang perlu dipotong. Beberapa bagian yang dapat diperiksa antara lain:

  • cabang yang kering atau rusak;
  • cabang yang saling bertumpuk;
  • tunas yang tumbuh terlalu banyak ke arah dalam tajuk;
  • bagian tanaman yang membuat tajuk terlalu padat.

Pemangkasan sebaiknya dilakukan bertahap dan menggunakan alat yang bersih. Terlalu banyak memangkas sekaligus juga dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

4. Perbaiki kondisi tanah di sekitar pohon

Akar membutuhkan kondisi tanah yang memungkinkan air dan unsur hara tersedia dengan baik. Tanah yang terus-menerus tergenang perlu diperhatikan karena kelebihan air dapat mengganggu kondisi perakaran.

Bahan organik dapat diberikan untuk membantu menjaga kondisi tanah. Rumput dan gulma di sekitar tanaman juga sebaiknya dikendalikan agar tidak terlalu banyak mengambil air dan unsur hara.

Namun, bahan organik atau mulsa tidak perlu ditumpuk langsung menempel pada batang. Sisakan ruang di sekitar pangkal batang agar tidak terus-menerus lembap.

5. Jangan terlalu mendorong pertumbuhan daun

Pohon yang terus menghasilkan tunas dan daun memang menunjukkan pertumbuhan vegetatif, tetapi kondisi tersebut belum tentu segera diikuti pembentukan bunga.

Karena itu, pemberian pupuk nitrogen perlu diperhatikan agar tidak berlebihan. Penyiraman juga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tanah, terutama ketika curah hujan masih tinggi.

Jika tanaman sedang mengalami pertumbuhan tunas yang sangat aktif, amati kondisinya terlebih dahulu sebelum kembali menambah pupuk. Sebaliknya, jangan sengaja membuat pohon kekeringan parah demi memancing bunga karena stres berat dapat merusak tanaman.

6. Perhatikan asal bibit sejak awal

Jika tujuan penanaman duku adalah memperoleh buah dalam waktu lebih singkat, asal bibit perlu dipertimbangkan sejak awal.

Tanaman yang berasal dari biji umumnya membutuhkan waktu lebih panjang untuk memasuki masa berbuah dibandingkan tanaman yang diperbanyak secara vegetatif. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah sambung pucuk dari tanaman induk yang sudah memiliki karakter berbuah.

Jadi, persoalan pohon duku belum berbuah tidak selalu dapat diselesaikan hanya dengan mengubah perawatan. Usia dan cara perbanyakan tanaman juga ikut menentukan kapan tanaman mulai memasuki fase produksi.

7. Periksa hama dan penyakit secara rutin

Gangguan pada daun, batang, tunas, atau buah dapat memengaruhi kondisi tanaman. Pemeriksaan sederhana dapat dilakukan bersamaan dengan kegiatan menyiram, memangkas, atau merawat area sekitar pohon.

Perhatikan apakah ada perubahan warna daun, serangga yang menempel, bagian tanaman yang rusak, atau gejala lain yang tidak biasa. Jika ditemukan gangguan, penanganannya perlu disesuaikan dengan jenis hama atau penyakit yang menyerang.

Hal yang perlu diperhatikan sebelum mencoba merangsang pembungaan

Kondisi yang terlihatHal yang perlu diperiksaTindakan awal
Pohon terus menghasilkan daun dan tunasPemupukan dan penyiramanHindari nitrogen berlebihan dan sesuaikan air dengan kondisi tanah
Tanah selalu basahDrainase dan curah hujanKurangi penyiraman tambahan dan pastikan air tidak menggenang
Tajuk sangat rapatSusunan cabangPangkas cabang yang kering, rusak, atau saling bertumpuk secara bertahap
Pertumbuhan lambatAir, unsur hara, dan kondisi tanahPeriksa kondisi tanah sebelum menambah pupuk
Pohon sudah lama tumbuh tetapi belum berbuahUmur dan asal bibitPertimbangkan bahwa tanaman dari biji dapat memasuki masa berbuah lebih lama
Daun atau cabang menunjukkan gejala tidak normalHama dan penyakitIdentifikasi gangguan sebelum menentukan penanganan

 

Pada akhirnya, tidak ada satu perlakuan yang bisa menjamin pohon duku langsung berbuah. Pembungaan dan produksi buah dipengaruhi kombinasi umur tanaman, asal bibit, kondisi air, unsur hara, tanah, serta lingkungan.

Perawatan sebaiknya dilakukan secara bertahap sambil melihat respons tanaman. Dengan begitu, perubahan penyiraman, pemupukan, atau pemangkasan tidak dilakukan secara berlebihan hanya karena ingin mendapatkan buah lebih cepat.

FAQ

1. Mengapa pohon duku yang sudah besar belum juga berbuah?

Pohon duku yang sudah besar belum tentu langsung menghasilkan buah. Pembungaan dapat dipengaruhi umur tanaman, asal bibit, kondisi air, unsur hara, tanah, dan lingkungan.

2. Apakah mengurangi penyiraman bisa membuat pohon duku berbunga?

Periode kering dapat berkaitan dengan pembungaan duku, tetapi tanaman tidak boleh dibiarkan mengalami kekeringan berat. Pengaturan air perlu disesuaikan dengan kondisi tanah dan cuaca.

3. Apakah pupuk bisa membuat pohon duku cepat berbuah?

Pupuk membantu memenuhi kebutuhan unsur hara, tetapi tidak otomatis membuat pohon langsung berbunga atau berbuah. Jenis dan jumlah pupuk perlu disesuaikan dengan kondisi tanaman.