Brilio.net - Sebelum berpulang pada Sabtu (26/9/2026), Guruh Soekarnoputra sempat menjalani upaya menjaga kondisi tubuhnya setelah mengalami gangguan pada lutut. Seniman sekaligus politikus tersebut diketahui pernah menjalani terapi stem cell pada awal 2026.
Dilansir brilio.net dari liputan6.com, Guruh menjalani program knee rejuvenation serta vitality and wellness di Celltech Stem Cell Centre, RSPPN Panglima Besar Soedirman, Jakarta.
Terapi tersebut dijalani setelah Guruh merasakan gangguan pada fungsi lutut yang mulai memengaruhi aktivitas sehari-harinya. Kondisi itu menjadi perhatian karena olahraga dan menari merupakan bagian dari aktivitas Guruh sebagai seniman.
Sempat Kesulitan Berdiri Setelah Jongkok
Dalam kesempatan tersebut, Guruh pernah menceritakan keluhan yang dirasakannya ketika hendak berdiri setelah jongkok.
Pada awalnya, ia masih dapat menggunakan tangan sebagai tumpuan untuk membantu berdiri. Namun, kondisi tersebut kemudian semakin mengganggu aktivitasnya.
"Buat saya ini mengganggu," ujar Guruh kala itu.
Keluhan pada lutut tersebut membuat Guruh berusaha mencari penanganan agar tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari.
Terapi stem cell itu dilakukan bersama Prof. dr. Deby Vinski dan dokter spesialis ortopedi dr. Sunaryo Kusumo di Celltech Stem Cell Centre, RSPPN Panglima Besar Soedirman, Jakarta.
Guruh Ingin Tetap Sehat dan Bisa Berkarya
Bagi Guruh, menjaga kondisi tubuh berkaitan dengan keinginannya untuk tetap aktif. Ia pernah mengungkapkan harapan untuk memiliki umur panjang dalam keadaan sehat.
"Karena saya ingin umur panjang dalam keadaan selalu muda sehat terus. Saya sudah berkomitmen bahwa sepanjang hidup ini untuk pengabdian terhadap negara dan bangsa Indonesia tercinta," ungkap Guruh.
Ia juga memiliki keinginan untuk melihat Indonesia terus berkembang dan menjadi negara yang berjaya.
Keinginan tersebut menjadi salah satu alasan Guruh berusaha menjaga kesehatan agar tetap dapat menjalankan aktivitas dan pengabdiannya.
Dua Minggu Sebelum Berpulang, Guruh Kembali Sakit
Beberapa waktu setelah menjalani terapi tersebut, kondisi kesehatan Guruh kembali menjadi perhatian.
Guruh diketahui menderita sakit selama kurang lebih dua minggu sebelum meninggal dunia. Ia kemudian menjalani perawatan di RS Siloam Semanggi, Jakarta Selatan.
Kondisi Guruh sebelumnya dikonfirmasi oleh politikus sekaligus juru bicara PDI Perjuangan, Guntur Romli. Kabar mengenai kondisi kesehatan Guruh juga membuat keluarga, rekan, dan penggemarnya menyampaikan doa.
Setelah menjalani perawatan, kondisi Guruh kemudian memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada Sabtu pagi.
Guruh Soekarnoputra Meninggal pada 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (26/9/2026) pukul 04.16 WIB di RS MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta Selatan. Ia meninggal dunia dalam usia 73 tahun.
Jenazah Guruh kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Sriwijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sejumlah keluarga dan pelayat berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir.
Sebelum diberangkatkan ke pemakaman, jenazah Guruh dimandikan dan dikafani. Guntur Romli kemudian mengungkap bahwa kain kafan tersebut dilapisi kain ihram yang dikenakan Guruh saat menjalani ibadah umrah terakhir.
Jenazah juga ditutupi dua kain batik peninggalan Fatmawati yang sebelumnya telah dipersiapkan Guruh.
Jenazah Guruh Diberangkatkan ke TPU Karet Bivak
Guruh rencananya dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, di sebelah pusara ibundanya, Fatmawati. Rencana tersebut sebelumnya disampaikan pihak keluarga dan sejumlah tokoh yang berada di rumah duka, seperti dikutip dari Antara.
Pada Sabtu siang, jenazah Guruh telah diberangkatkan dari rumah duka menuju TPU Karet Bivak. Jenazah mulai dibawa ke mobil jenazah sekitar pukul 12.59 WIB.
Lokasi pemakaman tersebut membuat Guruh nantinya berada berdekatan dengan makam ibundanya, Fatmawati.
FAQ
1. Guruh Soekarnoputra meninggal kapan?
Guruh Soekarnoputra meninggal pada Sabtu, 26 September 2026 pukul 04.16 WIB di RS MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta Selatan.
2. Guruh Soekarnoputra sempat menjalani terapi apa?
Guruh sempat menjalani terapi stem cell pada awal 2026, termasuk program knee rejuvenation dan vitality and wellness setelah mengalami gangguan pada fungsi lutut.
3. Guruh Soekarnoputra dimakamkan di mana?
Jenazah Guruh diberangkatkan menuju TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat. Ia direncanakan dimakamkan di sebelah pusara ibundanya, Fatmawati.
Recommended By Editor
- Guruh Soekarnoputra berpulang, kain ihram umrah terakhir & batik warisan ibunda selimuti peti jenazah
- Indah Permatasari kenang kebaikan Amal Buton sebagai ipar semasa hidup, perhatian bak saudara kandung
- Surakman, ABK pendiam yang rawat kakak tunanetra, jenazahnya pulang ke Carita disambut banyak pelayat
- Adik Arie Kriting, Amal Buton meninggal dunia jelang pernikahan 10 Oktober 2026
- DNA cocok, jenazah Surakman korban Arupadhatu 1 segera dipulangkan ke Banten
- Sosok Wili Mbuik ASN yang jadi korban KKB di mata keluarga, sopan dan selalu perhatikan sang ayah

