- 1. Pilih tunas yang masih sehat
- 2. Tunggu tunas cukup panjang sebelum dipisahkan
- 3. Pisahkan tunas dari ubi secara perlahan
- 4. Periksa kondisi tunas sebelum ditanam
- 5. Bantu tunas membentuk akar sebelum ditanam
- 6. Tanam tunas yang sudah berakar di media gembur
- 7. Rawat setelah dipindahkan
- Bagan alur
- FAQ
Brilio.net - Ubi jalar yang disimpan cukup lama bisa mulai mengeluarkan tunas dari permukaan kulitnya. Kondisi ini tidak selalu berarti umbinya harus langsung dibuang. Jika tunas masih sehat, bagian tersebut bisa dimanfaatkan sebagai bahan untuk menumbuhkan tanaman ubi jalar baru.
Tunas yang sudah cukup berkembang dapat dipisahkan dari umbi, kemudian dirangsang untuk membentuk akar sebelum ditanam. Prosesnya tidak cukup hanya dengan menarik tunas begitu saja. Kondisi tunas, cara memisahkan, sampai penanganan setelah terlepas perlu diperhatikan agar bahan tanam tidak mudah rusak.
1. Pilih tunas yang masih sehat
Sebelum dipisahkan, periksa kondisi tunas dan ubi jalar tempatnya tumbuh. Tunas yang masih segar, batangnya kokoh, dan daunnya tidak menunjukkan kerusakan lebih layak digunakan.
Hindari tunas yang sudah lembek, patah, berlendir, berjamur, atau menunjukkan tanda pembusukan. Ubi jalar yang menjadi sumber tunas juga sebaiknya tidak mengalami pembusukan berat.
Jangan hanya melihat panjang tunas. Kondisi keseluruhan batang dan bagian pangkalnya lebih penting karena bagian tersebut akan digunakan untuk melanjutkan pertumbuhan.
2. Tunggu tunas cukup panjang sebelum dipisahkan
Tunas yang masih sangat kecil lebih sulit ditangani tanpa membuatnya patah. Karena itu, beri waktu sampai tunas berkembang menjadi batang kecil dengan beberapa daun.
University of Georgia menyebut tunas ubi jalar dapat dipisahkan ketika panjangnya sekitar 6–12 inci atau 15–30 cm. Ukuran tersebut dapat menjadi patokan, tetapi bukan berarti setiap tunas harus tepat mencapai ukuran tersebut sebelum bisa digunakan.
Yang penting, tunas sudah cukup kuat untuk dipegang dan dipisahkan tanpa mudah patah. Setelah terlepas, tunas tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan tanam.
3. Pisahkan tunas dari ubi secara perlahan
Jangan menarik bagian pucuk dengan kuat karena batang bisa patah. Pegang bagian batang dengan lembut, kemudian lepaskan tunas secara perlahan dari tempat tumbuhnya.
Jika tunas mudah terlepas, tidak perlu menggunakan alat. Namun, bila bagian pangkal masih melekat kuat pada ubi, gunakan alat yang bersih dan tajam untuk membantu proses pemisahan.
Setelah terlepas, periksa bagian bawah tunas. Pastikan batang tidak patah parah dan tidak terdapat bagian yang lembek atau membusuk.
Pada tahap ini, tidak perlu memaksakan semua tunas untuk dipisahkan. Tunas yang kondisinya sudah buruk sebaiknya disisihkan.
4. Periksa kondisi tunas sebelum ditanam
Tunas yang sudah terpisah belum tentu langsung memiliki akar. Hal tersebut masih wajar karena akar dapat dikembangkan setelah tunas dipisahkan.
Tunas yang belum memiliki akar dapat ditempatkan bagian bawahnya di air untuk membantu pembentukan akar. Cara ini berbeda dari merendam seluruh batang karena daun dan sebagian besar batang tetap berada di atas permukaan air.
5. Bantu tunas membentuk akar sebelum ditanam
Jika tunas belum memiliki akar, siapkan wadah kecil berisi air bersih. Masukkan bagian bawah tunas ke dalam air, sedangkan batang dan daun dibiarkan berada di atas permukaan.
University of Georgia menjelaskan bahwa tunas ubi jalar dapat diletakkan di air sampai akar terbentuk. Air perlu diperhatikan kondisinya dan diganti secara berkala agar tetap bersih.
Tidak perlu menambahkan pupuk atau bahan lain ke dalam air hanya untuk mempercepat proses. Tujuan tahap ini adalah memberikan kondisi yang memungkinkan bagian bawah tunas membentuk akar sebelum dipindahkan ke media tanam.
Begitu akar mulai berkembang, tunas lebih siap untuk ditanam.
6. Tanam tunas yang sudah berakar di media gembur
Siapkan wadah yang memiliki lubang drainase di bagian bawah. Gunakan media tanam yang gembur dan mampu mengalirkan kelebihan air.
Buat lubang pada media, kemudian masukkan bagian tunas yang memiliki akar. Arahkan akar ke bawah dan posisikan batang agar tetap kokoh.
Jangan mengubur seluruh bagian tanaman. Daun dan sebagian batang perlu tetap berada di atas permukaan media agar tanaman dapat melanjutkan pertumbuhannya.
Setelah itu, siram secukupnya untuk membasahi media. Tidak perlu membuat pot sampai tergenang air.
7. Rawat setelah dipindahkan
Letakkan tanaman di tempat yang mendapatkan cahaya cukup. Selama masa awal setelah penanaman, perhatikan kondisi daun dan batang untuk melihat apakah tanaman mulai beradaptasi.
Media sebaiknya tetap memiliki kelembapan yang cukup, tetapi tidak terus-menerus basah. Pastikan air dapat keluar melalui lubang drainase setelah penyiraman.
Jika daun tetap segar dan mulai muncul pertumbuhan baru, kondisi tersebut dapat menjadi salah satu tanda tanaman melanjutkan perkembangannya. Sebaliknya, jika pangkal berubah lembek atau membusuk, periksa kembali kondisi media dan bagian tanaman yang ditanam.
Bagan alur
TUNAS CUKUP
BERKEMBANG
DIGUNAKAN
ATAU SUDAH CUKUP KUAT UNTUK DITANGANI
MEDIA TANAM
BAGIAN BAWAH
KE AIR
TUMBUH
TIDAK TEREGENANG
Ubi jalar yang mengeluarkan tunas tidak harus langsung berakhir di tempat sampah. Selama tunas masih sehat dan cukup kuat, bagian tersebut bisa dipisahkan untuk dikembangkan menjadi bahan tanam.
Kuncinya adalah tidak terburu-buru menarik tunas yang masih terlalu kecil, menjaga bagian batang tetap utuh saat dipisahkan, lalu memberi kesempatan akar terbentuk sebelum tanaman dipindahkan ke media. Hasilnya tetap tidak bisa dijamin pada setiap tunas karena kondisi bahan dan lingkungan tumbuh dapat berbeda.
FAQ
Apakah ubi jalar yang sudah mengeluarkan tunas bisa ditanam?
Bisa dicoba. Tunas yang sehat dapat dipisahkan dari umbi dan dikembangkan menjadi bahan tanam untuk menghasilkan tanaman ubi jalar baru.
Kapan tunas ubi jalar bisa dipisahkan?
Tunas sebaiknya sudah cukup berkembang dan kuat untuk ditangani. University of Georgia menggunakan kisaran sekitar 15–30 cm sebagai salah satu patokan sebelum tunas dipisahkan.
Apakah tunas ubi jalar harus sudah memiliki akar?
Tidak. Tunas yang belum berakar dapat ditempatkan bagian bawahnya di air sampai akar mulai terbentuk sebelum ditanam.
Apakah tunas yang sudah dipisahkan harus langsung ditanam?
Tidak harus. Jika belum memiliki akar, tunas dapat terlebih dahulu ditempatkan bagian bawahnya di air untuk membantu pembentukan akar.
Mengapa tunas ubi jalar yang sudah ditanam malah layu?
Tunas dapat mengalami masa adaptasi setelah dipindahkan. Periksa kelembapan media, drainase, kondisi akar, dan bagian pangkal tanaman. Jika kondisi tanaman terus memburuk atau pangkal membusuk, bahan tanam tersebut mungkin tidak berkembang dengan baik.
Recommended By Editor
- Serai dari dapur bisa tumbuh akar lagi, begini cara memulainya di wadah kecil
- Pakcoy tak harus dicabut saat panen, begini cara merawatnya agar bisa tumbuh lagi
- 5 Bahan dapur yang bisa membantu mengusir semut dari tanaman
- Biji mangga sisa makan ternyata bisa ditanam lagi, begini caranya
- 5 Rekomendasi tas backpack wanita untuk ke kantor, stylish dan tetap awet diajak kerja keras
- Cabai rimbun tapi tak kunjung berbuah? Cek 9 penyebab ini

