Brilio.net - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya menduduki posisi tersebut.

Pelantikan Suahasil merupakan bagian dari reshuffle Kabinet Merah Putih dan dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan untuk sisa masa jabatan 2024-2029. Sebelum menjadi Menkeu, Suahasil telah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019, dikutip dari Liputan6.com, Senin (14/9/2026).

Suahasil Nazara Tiba di Istana Sebelum Pelantikan

Sebelum prosesi pelantikan berlangsung, Suahasil lebih dulu tiba di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada pukul 14.45 WIB.

Berdasarkan laporan Liputan6.com, Suahasil datang mengenakan setelan jas lengkap dengan dasi berwarna biru. Saat ditanya wartawan mengenai kedatangannya, ia menjawab singkat, "Ditelepon."

Pada waktu yang tidak lama berselang, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno juga tiba di Istana. Pratikno mengenakan jas hitam dan dasi biru.

Pratikno menyebut dirinya mendapat undangan untuk menghadiri pelantikan.

"Undangan terkait anu, pelantikan katanya," ujar Pratikno dilansir dari Liputan6.com.

Ketika ditanya apakah dirinya juga termasuk pejabat yang akan dilantik, Pratikno belum memberikan kepastian dan meminta semua pihak menunggu.

Suahasil Resmi Gantikan Purbaya sebagai Menkeu

Dalam prosesi pelantikan, Presiden Prabowo membimbing Suahasil mengucapkan sumpah jabatan sebagai Menteri Keuangan.

Suahasil menyatakan kesiapannya menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjunjung tinggi etika jabatan.

"Demi Tuhan saya berjanji, bahwa saya akan setia kepada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," kata Suahasil saat membacakan sumpah jabatan.

Ia kemudian melanjutkan sumpahnya dengan menyatakan, "Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab."

Setelah pengucapan sumpah, Suahasil menandatangani berita acara pelantikan. Presiden Prabowo bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih kemudian memberikan ucapan selamat kepada Menkeu baru tersebut.

Purbaya Sebelumnya Menggantikan Sri Mulyani

Posisi Menteri Keuangan sebelumnya ditempati Purbaya Yudhi Sadewa. Purbaya dilantik sebagai Menkeu oleh Prabowo pada 8 September 2025 dalam reshuffle Kabinet Merah Putih.

Ketika itu, Purbaya menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Kementerian Keuangan kemudian mencatat proses serah terima jabatan dari Sri Mulyani kepada Purbaya pada 9 September 2025.

Dengan pelantikan pada 14 September 2026, posisi Menteri Keuangan kembali mengalami pergantian dalam periode pemerintahan Prabowo.

Rekam Jejak Suahasil di Kementerian Keuangan

Suahasil bukan sosok baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Ia telah dipercaya sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019.

Kariernya di pemerintahan sebelumnya berkembang setelah ia dipercaya menjadi Kepala Badan Kebijakan Fiskal pada 2016.

Sebelum berkarier di pemerintahan, Suahasil merupakan akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Ia mulai menjadi dosen pada 1999 dan memperoleh gelar Guru Besar Ilmu Ekonomi pada 2009.

Untuk pendidikan, Suahasil menyelesaikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia pada 1994. Ia kemudian meraih gelar M.Sc. dari Cornell University pada 1997 dan Ph.D. bidang ekonomi dari University of Illinois at Urbana-Champaign pada 2003.

Harta Suahasil Tercatat Rp138,17 Miliar

Selain profil dan perjalanan kariernya, harta kekayaan Suahasil juga tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2025.

Berdasarkan dokumen LHKPN yang diterbitkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Suahasil masih tercatat sebagai Wakil Menteri di Kementerian Keuangan ketika laporan tersebut disampaikan pada 27 Februari 2026. Laporan itu berstatus verifikasi administratif lengkap.

Total harta kekayaan Suahasil setelah dikurangi utang tercatat Rp138.167.334.176. Sementara total harta sebelum dikurangi utang mencapai Rp138.201.325.879, dengan utang yang dilaporkan sebesar Rp33.991.703.

Rincian utama harta Suahasil berdasarkan LHKPN 2025:

  • Surat berharga: Rp66.876.177.492
  • Tanah dan bangunan: Rp49.857.555.000
  • Alat transportasi dan mesin: Rp1.228.000.000
  • Harta bergerak lainnya: Rp9.078.963.407
  • Kas dan setara kas: Rp6.037.703.482
  • Harta lainnya: Rp5.122.926.498

Surat berharga menjadi komponen terbesar dalam laporan kekayaannya, dengan nilai sekitar Rp66,88 miliar.

Suahasil Melaporkan Empat Mobil

Dalam LHKPN tersebut, Suahasil juga melaporkan empat mobil yang seluruhnya tercatat sebagai hasil sendiri.

Keempat kendaraan tersebut terdiri dari Toyota Camry Sedan tahun 2013 senilai Rp160 juta, Honda Jazz Sedan tahun 2019 senilai Rp220 juta, Honda HRV tahun 2022 senilai Rp330 juta, serta Toyota Alphard tahun 2019 senilai Rp518 juta.

Sementara untuk aset tanah dan bangunan, Suahasil melaporkan delapan bidang yang tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Depok. Seluruh aset tersebut tercatat dengan status hasil sendiri.

Salah satu aset terbesar berupa tanah dan bangunan seluas 541 meter persegi/250 meter persegi di Jakarta Selatan dengan nilai Rp28 miliar. Ada pula aset seluas 505 meter persegi/200 meter persegi di Jakarta Selatan yang tercatat senilai Rp5,7 miliar.

FAQ

1. Siapa Menteri Keuangan yang baru dilantik Prabowo?

Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan pada 14 September 2026. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

2. Berapa harta kekayaan Suahasil Nazara?

Berdasarkan LHKPN periode 2025, total harta Suahasil mencapai Rp138.167.334.176 setelah dikurangi utang. Komponen terbesar berasal dari surat berharga senilai sekitar Rp66,88 miliar.

3. Apa jabatan Suahasil sebelum menjadi Menteri Keuangan?

Suahasil Nazara sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019. Ia juga pernah menjadi Kepala Badan Kebijakan Fiskal pada 2016.