Brilio.net - Memiliki pohon jambu air di rumah tidak selalu berarti harus menyediakan halaman luas. Dengan teknik budidaya yang tepat, tanaman buah ini bisa diarahkan tumbuh lebih kompak sehingga lebih mudah dirawat dan buahnya tidak berada terlalu tinggi.

Bentuk tanaman juga bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Pemilihan bibit, ruang tumbuh akar, pemangkasan, posisi cabang, pemupukan, sampai kebutuhan cahaya ikut menentukan pertumbuhan dan produktivitas jambu air. Cara berikut bisa diterapkan terutama pada tanaman yang ditanam dalam pot atau tabulampot.

Dilansir dari Liputan6.com, berikut sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk menjaga jambu air tetap pendek sekaligus mendukung pembentukan bunga dan buah.

1. Mulai dari bibit yang tepat

Jenis bibit menjadi salah satu hal yang menentukan perkembangan tanaman sejak awal. Bibit hasil cangkok umumnya dipilih untuk tabulampot karena sifat tanamannya mengikuti indukan dan biasanya dapat memasuki fase berbuah lebih cepat dibanding tanaman yang berasal dari biji.

Bibit dari biji tetap bisa ditanam, tetapi waktu menuju fase berbuah dapat lebih panjang. Karena itu, pilih bibit dari indukan yang sehat dan sudah diketahui produktif jika tujuan utamanya adalah mendapatkan tanaman buah dalam pot.

2. Manfaatkan sistem tabulampot

Menanam jambu air dalam pot membuat ruang tumbuh akar lebih terbatas dibandingkan ketika tanaman ditanam langsung di tanah. Kondisi ini dapat membantu mengendalikan ukuran tanaman, meski ukuran pot dan kesehatan akar tetap harus diperhatikan.

Gunakan pot yang cukup untuk menopang pertumbuhan akar dan tanaman. Media tanam juga perlu memiliki drainase baik serta menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman agar pembatasan ruang tidak membuat tanaman kekurangan kebutuhan dasarnya.

3. Pangkas bagian yang tumbuh terlalu tinggi

Kalau pucuk terus dibiarkan memanjang, pohon akan semakin sulit dijangkau saat dirawat atau dipanen. Pemangkasan dapat digunakan untuk membentuk tajuk agar tetap rendah dan lebih mudah dikendalikan.

Potong pucuk atau cabang yang tumbuh terlalu menjulang dengan alat yang bersih dan tajam. Cabang yang dipertahankan sebaiknya diarahkan untuk membentuk tajuk yang seimbang, bukan sekadar membuat pohon semakin tinggi.

4. Arahkan cabang ke samping

Tidak semua cabang perlu dipotong untuk mengendalikan tinggi tanaman. Cabang yang masih muda dan lentur dapat diarahkan secara perlahan ke posisi lebih mendatar menggunakan pengikat yang tidak melukai batang.

Pembentukan cabang secara horizontal dapat membantu mengurangi dominasi pucuk yang tumbuh ke atas. Namun, lakukan secara bertahap agar cabang tidak patah atau mengalami luka.

5. ZPT bukan jalan pintas

Zat pengatur tumbuh atau ZPT tertentu, termasuk paclobutrazol, dapat digunakan dalam budidaya tanaman untuk mengendalikan pertumbuhan vegetatif dan mendukung pembungaan. Cara kerjanya berkaitan dengan penghambatan pembentukan giberelin yang berperan dalam pemanjangan tanaman.

Namun, penggunaannya tidak sebaiknya dilakukan sembarangan. Jika produk tersebut digunakan, ikuti petunjuk dan dosis pada label karena penggunaan berlebihan dapat menekan pertumbuhan tanaman terlalu kuat.

6. Sesuaikan pupuk dengan fase pertumbuhan

Pemupukan perlu disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, bukan sekadar memperbanyak dosis. Nitrogen berperan penting dalam pertumbuhan vegetatif, tetapi pemberian berlebihan dapat membuat tanaman lebih banyak menghasilkan daun dan tunas.

Menjelang fase pembungaan dan pembuahan, kebutuhan unsur hara berubah. Fosfor dan kalium memiliki peran dalam perkembangan bunga serta buah, sehingga komposisi pupuk sebaiknya disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman.

7. Pastikan tanaman mendapat cukup cahaya

Jambu air membutuhkan cahaya matahari untuk mendukung pertumbuhan dan pembentukan buah. Tempatkan tabulampot di area yang mendapatkan cahaya langsung dalam jumlah cukup, dengan kebutuhan aktual tetap menyesuaikan kondisi tanaman dan lingkungan.

Buah yang sudah matang juga sebaiknya dipanen tepat waktu. Setelah panen, tanaman dapat kembali diarahkan untuk memasuki siklus pertumbuhan berikutnya melalui perawatan, pemangkasan, penyiraman, dan pemupukan yang sesuai.

FAQ

Apakah jambu air dari biji tetap bisa ditanam dalam pot?

Bisa. Hanya saja, tanaman dari biji dapat membutuhkan waktu lebih panjang untuk memasuki fase berbuah dibandingkan bibit vegetatif seperti hasil cangkok.

Apakah ukuran pot menentukan tinggi jambu air?

Ukuran pot memengaruhi ruang tumbuh akar, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan tinggi tanaman. Pemangkasan, varietas, media tanam, nutrisi, dan kondisi lingkungan juga berpengaruh.

Apakah semua cabang jambu air perlu dipangkas?

Tidak. Pemangkasan sebaiknya diarahkan pada pembentukan tajuk yang sehat dan mudah dirawat, bukan memangkas sebanyak mungkin cabang.

Bisakah jambu air berbuah tanpa menggunakan ZPT?

Bisa. ZPT bukan satu-satunya faktor pembungaan. Kondisi tanaman, varietas, cahaya, air, nutrisi, dan teknik pemeliharaan juga berperan.

Mengapa jambu air banyak daun tetapi sulit berbunga?

Salah satu kemungkinan adalah pertumbuhan vegetatif lebih dominan. Namun, penyebabnya bisa beragam sehingga kondisi tanaman, pencahayaan, pemupukan, air, dan fase pertumbuhan perlu diperiksa bersama.