Brilio.net - Mobil yang semalaman terparkir di luar rumah bisa ikut tertutup abu ketika erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan sebaran material vulkanik mencapai sejumlah wilayah. Kondisi ini membuat pemilik kendaraan perlu lebih berhati-hati saat hendak membersihkannya.

Abu vulkanik tidak sama dengan debu jalanan biasa. Jika langsung digosok ketika masih menempel di permukaan, partikel yang bersifat abrasif berisiko menggores cat dan kaca mobil. Karena itu, langkah pertama bukan mengambil lap, melainkan meluruhkan abu terlebih dahulu.

Dilansir dari Liputan6.com, Minggu (6/9/2026), Gunung Anak Krakatau kembali mengalami aktivitas erupsi sejak Jumat malam (4/9/2026). Material abu vulkanik kemudian dilaporkan menyebar ke sejumlah wilayah di sekitar kawasan tersebut.

Bagi pemilik mobil yang terdampak, berikut cara membersihkan kendaraan agar abu tidak justru membuat permukaan mobil semakin rusak dilansir dari Liputan6.com.

Kenapa Abu Vulkanik Tidak Boleh Langsung Digosok?

Abu vulkanik memiliki partikel yang dapat bersifat abrasif. Ketika permukaan mobil digosok dalam kondisi masih tertutup abu, partikel tersebut bisa ikut bergesekan dengan cat maupun kaca.

Karena itu, hindari kebiasaan seperti:

  • Mengelap bodi mobil yang masih penuh abu dalam kondisi kering.
  • Menggunakan kemoceng untuk mengangkat abu.
  • Langsung menyalakan wiper ketika kaca depan masih berdebu.
  • Menggosok kaca dengan kain sebelum abu dibilas.
  • Membersihkan kendaraan dengan gerakan menggosok sejak tahap awal.

Prinsip sederhananya, luruhkan abu dengan air terlebih dahulu sebelum menyentuh permukaan mobil dengan lap.

1. Bilas Mobil dengan Air Mengalir

Langkah pertama adalah membasahi seluruh permukaan mobil untuk membantu melepaskan abu yang menempel.

Gunakan air mengalir dengan tekanan yang tidak berlebihan. Biarkan air membawa partikel abu turun dari bodi sebelum proses pencucian dilanjutkan.

Perhatikan beberapa bagian seperti:

  • Atap mobil.
  • Kap mesin.
  • Kaca depan dan belakang.
  • Bagasi.
  • Spion.
  • Bagian samping bodi.
  • Area sekitar roda.

Jangan langsung menggosok bodi yang masih dipenuhi abu. Semakin banyak partikel yang terangkat dari permukaan sebelum dilap, semakin kecil risiko abu ikut bergesekan dengan cat.

Bagaimana dengan semprotan bertekanan tinggi?

Materi sumber menyarankan menghindari tekanan air yang terlalu tinggi ketika abu masih menempel karena partikel dapat terdorong dan bergesekan dengan permukaan.

Untuk tahap awal, air mengalir dengan tekanan sedang lebih aman digunakan untuk membantu meluruhkan abu.

2. Jangan Nyalakan Wiper Sebelum Kaca Bersih

Bagian kaca depan perlu mendapat perhatian khusus.

Jika kaca masih tertutup abu kemudian wiper langsung dinyalakan, karet wiper dapat menggesek partikel yang menempel pada kaca. Kondisi tersebut berpotensi meninggalkan goresan.

Urutannya sebaiknya:

1. Basahi kaca dengan air.
2. Pastikan abu sudah terlepas dari permukaan.
3. Bersihkan kaca hingga tidak ada endapan abu yang terlihat.
4. Setelah itu, barulah gunakan wiper bila diperlukan.

Langkah sederhana ini penting terutama ketika mobil harus segera digunakan setelah terkena hujan abu.

3. Periksa dan Bersihkan Filter Udara

Abu vulkanik yang beterbangan juga berpotensi masuk ke sistem pemasukan udara kendaraan.

Filter udara berfungsi menyaring kotoran sebelum udara masuk ke mesin. Karena itu, ketika mobil digunakan di wilayah yang banyak abu vulkaniknya, bagian ini layak diperiksa.

Jika filter terlihat sangat kotor, lakukan pembersihan atau penggantian sesuai jenis filter dan petunjuk perawatan kendaraan.

Jangan memaksakan pembersihan dengan cara yang tidak sesuai material filter. Untuk kendaraan dengan paparan abu cukup berat, pemeriksaan di bengkel bisa menjadi pilihan agar kondisi filter dan sistem pemasukan udara dapat diperiksa dengan benar.

4. Gunakan AC dalam Mode Sirkulasi Dalam

Ketika masih harus berkendara di wilayah yang udaranya dipenuhi debu atau abu, manfaatkan fitur recirculation pada AC.

Mode ini membuat udara di dalam kabin disirkulasikan kembali sehingga asupan udara dari luar dapat dikurangi.

Selain membantu menjaga kenyamanan penumpang, pengaturan tersebut juga dapat mengurangi masuknya udara luar yang sedang tercampur partikel abu ke dalam kabin.

Namun, bila kondisi di luar sangat berdebu, pilihan paling aman tetap mengurangi perjalanan yang tidak diperlukan.

5. Setelah Mobil Bersih, Jangan Langsung Ditinggal di Ruang Terbuka

Setelah kendaraan selesai dibersihkan, pilih tempat parkir yang terlindung jika memungkinkan.

Jika mobil kembali dibiarkan di area terbuka ketika sebaran abu masih berlangsung, permukaan kendaraan berpotensi kembali tertutup material vulkanik.

Car cover juga dapat digunakan sebagai perlindungan tambahan ketika mobil harus diparkir di luar. Pastikan penutup dipasang pada kondisi yang tepat agar tidak ikut menggesek permukaan kendaraan yang masih berdebu.

Bagian Mobil yang Perlu Lebih Diperhatikan

Abu vulkanik tidak hanya menempel di bodi. Beberapa bagian kendaraan juga perlu diperiksa setelah terpapar cukup banyak abu.

Bagian MobilHal yang Perlu Diperhatikan
Bodi dan catJangan digosok ketika masih penuh abu.
Kaca depanBersihkan sebelum menggunakan wiper.
WiperPeriksa kotoran yang menempel pada karet.
Filter udaraCek jika kendaraan terpapar abu cukup banyak.
ACGunakan mode sirkulasi dalam saat udara luar berdebu.
Roda dan bagian bawah mobilBersihkan endapan abu yang menempel.

 

Jika kendaraan mengalami gangguan setelah melewati area yang terdampak abu cukup berat, pemeriksaan di bengkel dapat dilakukan untuk memastikan tidak ada bagian yang bermasalah.

Jangan Tunda, Tapi Jangan Juga Terburu-buru Menggosok

Membersihkan mobil setelah terkena abu vulkanik memang perlu dilakukan, tetapi cara pembersihannya tidak boleh sembarangan.

Kesalahan paling sederhana seperti mengelap bodi dalam kondisi kering atau menyalakan wiper ketika kaca masih penuh abu justru dapat menimbulkan masalah baru.

Jadi, urutan yang perlu diingat cukup sederhana:

Basahi → luruhkan abu → bersihkan permukaan → periksa bagian kendaraan → keringkan.

Selama sebaran abu vulkanik masih berlangsung, kurangi aktivitas berkendara yang tidak mendesak dan pantau informasi resmi mengenai kondisi erupsi.

FAQ

1. Apakah mobil yang terkena abu vulkanik boleh langsung dilap?

Sebaiknya jangan. Abu perlu diluruhkan dengan air terlebih dahulu agar partikel tidak ikut bergesekan dengan permukaan mobil.

2. Bolehkah langsung menyalakan wiper setelah kaca terkena abu?

Jangan sebelum kaca dibersihkan. Abu yang masih menempel dapat ikut bergesekan dengan kaca saat wiper bergerak.

3. Bagaimana dengan AC mobil saat udara luar penuh abu?

Gunakan mode sirkulasi dalam atau recirculation untuk mengurangi masuknya udara luar ke kabin.