Brilio.net - Pertanian dengan cara tradisional masih jadi bagian penting kehidupan masyarakat desa, terutama untuk mencukupi kebutuhan pangan sehari-hari. Salah satu tanaman yang sering dibudidayakan dengan metode sederhana turun-temurun adalah kacang merah. Penanaman biasanya dimulai begitu musim hujan tiba, karena tanah yang lembap dipercaya membuat benih lebih cepat berkecambah sejak awal masa tanam.
Selain memahami teknik dasar menanam, petani desa juga punya pengetahuan tentang cara merawat tanaman sampai siap dipanen, yang biasanya didapat dari pengalaman mengelola lahan keluarga selama bertahun-tahun. Salah satu kebiasaan yang masih banyak dipertahankan adalah menanam kacang merah di sela tanaman jagung, supaya lahan tidak ada yang terbuang sia-sia.
"Kacang merah biasanya ditanam waktu musim hujan mulai datang, kadang juga ditanam bersamaan dengan jagung di sela-selanya supaya lahan itu tidak kosong," ujar Mariana Ety saat menceritakan pengalaman berkebun di kampung halamannya, dilansir brilio.net dari Liputan6, Jumat (12/6/2026).
Selain musim tanam, kebersihan lahan selama tanaman tumbuh juga jadi perhatian utama. Rumput liar di sekitar tanaman biasanya rutin dibersihkan agar kacang merah bisa menyerap nutrisi tanah secara maksimal tanpa terganggu gulma. Kebersihan area tanam ini jadi salah satu kunci agar batang dan buah berkembang baik sampai masa panen.
"Kalau rumput dibiarkan terlalu banyak, kacang bisa lambat tumbuh, jadi harus sering dibersihkan supaya tanaman tetap sehat," jelas Mariana Ety dikutip dari Liputan6.com.
Tidak sedikit petani juga menyisihkan sebagian hasil panen untuk dijadikan bibit musim tanam berikutnya. Berikut tahapan lengkapnya dilansir dari Liputan6.
1. Memilih Waktu Tanam yang Tepat
Salah satu hal penting dalam budidaya kacang merah adalah menentukan waktu tanam yang sesuai. Berdasarkan pengalaman petani tradisional, musim hujan jadi waktu paling pas untuk mulai menanam, karena tanah yang lembap membuat biji lebih cepat berkecambah dan akar lebih mudah keluar pada tahap awal.
Cuaca yang mendukung juga membuat tanaman tidak mudah layu karena kekurangan air. Meski begitu, kondisi lahan tetap perlu diperhatikan agar tidak terlalu becek, sebab genangan air berlebihan bisa menghambat pertumbuhan dan memicu akar membusuk. Secara umum, kacang merah juga lebih optimal tumbuh di lahan yang terkena sinar matahari cukup serta memiliki tanah gembur dengan drainase yang baik.
Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh narasumber dalam sesi wawancara yang dilakukan, di mana beliau menegaskan bahwa "kacang merah itu kalau sudah musim hujan, langsung saja ditanam. Tanahnya jadi lembap, jadi biji cepat berkecambah dan akarnya cepat keluar."
2. Cara Menanam Kacang Merah di Lahan
Proses penanaman di lapangan biasanya dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
1. Siapkan lubang tanam dengan jarak yang disesuaikan kondisi lahan.
2. Masukkan tiga butir biji kacang merah ke dalam satu lubang tanam. Narasumber menjelaskan, "tanam tiga-tiga biji dalam satu lubang. Sama seperti kacang hijau juga begitu caranya tiga-tiga biji per lubang, mau itu jagung, kacang, padi selalu 3 biji per lubang."
3. Atur jarak antar lubang tanam sesuai luas lahan yang tersedia. Menurut Mariana, “Jarak tanam bisa bermacam-macam. Kadang bisa sampai setengah meter kalau lahannya luas. Tapi kadang juga lebih dekat lima cm sampai sepuluh cm begitu, tergantung kondisi lahannya."
Penanaman tiga biji per lubang ini dilakukan agar peluang biji tumbuh menjadi tanaman sehat lebih besar, sekaligus membuat tanaman yang dihasilkan lebih kokoh. Teknik serupa juga umum dipakai pada tanaman kacang-kacangan lain, seperti kacang hijau.
Pengaturan jarak tanam juga penting agar tiap tanaman tidak saling berebut nutrisi tanah, air, maupun sinar matahari yang dibutuhkan untuk fotosintesis. Jarak tanam bisa disesuaikan secara fleksibel sesuai kondisi lahan yang ada.
3. Perawatan agar Kacang Merah Cepat Tumbuh
Perawatan rutin jadi kunci agar kacang merah tumbuh optimal. Mariana menjelaskan, “Rumput itu kalau sudah banyak, dia ambil air dan nutrisi yang seharusnya untuk tanaman kita. Jadi tanaman kita jadi kekurangan, tumbuhnya lambat, buahnya sedikit, bahkan bisa bikin tanaman jadi mati pelan-pelan."
Gulma yang tidak dikendalikan bisa membuat pertumbuhan tanaman melambat, bahkan dalam kondisi parah membuat tanaman lebih mudah rusak dan vitalitasnya menurun. Pembersihan gulma biasanya dilakukan secara manual dengan mencabut rumput menggunakan tangan atau alat sederhana.
Seperti dituturkan petani desa berusia 48 tahun ini, “Biasanya dicabut langsung pakai tangan saja. Cabut rumput-rumput yang tumbuh di sekitar batang kacang. Kalau sudah bersih, tanaman jadi lebih leluasa menyerap air dan nutrisi dari tanah."
Selain rutin membersihkan gulma, ada baiknya juga sesekali memantau apakah ada tanda serangan hama seperti ulat atau kutu daun pada batang dan daun, karena kacang merah cukup rentan terhadap hama jika kebersihan lahan kurang dijaga. Semakin bersih area tanam, semakin optimal pula pertumbuhan batang, daun, dan kualitas buah hingga musim panen tiba.
Selain itu, petani juga perlu memantau kondisi fisik tanaman secara berkala. Saat tanaman memasuki fase tua, batang dan daun akan perlahan mengering, yang menandakan buah kacang merah sudah matang dan siap dipanen.
4. Sistem Tumpang Sari Kacang Merah dan Jagung
Salah satu teknik tradisional yang masih banyak dipakai sampai sekarang adalah sistem tumpang sari antara kacang merah dan jagung. Dalam metode ini, jagung ditanam lebih dulu, kemudian kacang merah ditanam di sebelahnya setelah jagung mulai tumbuh.
"Jagung ditanam dulu, tunggu jagung sudah mulai tumbuh dan batangnya sudah agak besar, baru kacang merah ditanam di sebelahnya," jelas Mariana.
Batang jagung yang tumbuh tegak nantinya berfungsi sebagai penyangga alami tempat kacang merah merambat, sehingga tidak perlu membuat tiang rambatan tambahan.
"Jadi batang jagung itu nanti berfungsi sebagai tempat merambat kacang merahnya. Jadi tidak perlu bikin tiang-tiang rambatan lagi. Hemat tenaga dan hemat bahan juga," tambahnya.
Cara ini dinilai efisien karena tidak membutuhkan banyak bahan tambahan untuk rambatan, sekaligus membantu meningkatkan produktivitas lahan dalam satu musim tanam. Teknik tumpang sari juga membuat area pertanian terlihat lebih hijau dan padat tanaman tanpa mengurangi kualitas hasil panen, sehingga tidak heran metode ini masih dipertahankan banyak petani tradisional di berbagai daerah.
5. Proses Panen dan Penyimpanan Bibit
Saat tanaman kacang merah mulai menunjukkan tanda-tanda mengering secara alami, petani biasanya mulai memanen secara bertahap sesuai tingkat kematangan masing-masing tanaman. Setelah dipanen, biji-biji kacang kemudian disortir dan dipisahkan berdasarkan kualitasnya.
"Habis panen biasanya kita pilih yang bagus-bagus, pisahkan dari yang kurang bagus. Yang bagus itu disimpan dalam botol aqua kecil 1 untuk dijadikan bibit musim tanam berikutnya. Jadi tidak perlu beli bibit lagi," jelas Mariana.
Proses seleksi ini penting agar benih yang dipakai pada musim tanam berikutnya tetap terjaga kualitasnya. Benih pilihan biasanya disimpan di tempat kering dan terhindar dari kelembapan, menggunakan wadah sederhana seperti botol plastik kecil atau wadah tertutup lainnya yang mudah didapat, supaya benih tetap aman dan siap dipakai kembali pada musim tanam berikutnya.
Sementara itu, sebagian hasil panen juga dimanfaatkan sebagai bahan pangan sehari-hari. Mariana Ety menyebutkan, “Sisanya itu bisa dicampur dengan jagung untuk dimasak. Jadi bahan makanan sehari-hari. Di sini memang biasa masak kacang merah sama jagung bersama-sama." Hal ini menunjukkan tradisi kuliner berbasis hasil kebun sendiri yang sudah lama melekat dalam kehidupan masyarakat desa.
Recommended By Editor
- Jangan bingung, ini langkah alami mengatasi semut bandel pada tanaman kesayangan
- Cara merawat pohon cabai gendot supaya hasil panennya besar maksimal
- Cara menanam stroberi di gelas plastik bekas agar cepat berbuah, begini caranya yang praktis dan murah
- 7 Kombinasi sayur cepat panen di satu rak, panen tiap minggu tanpa lahan luas
- Panduan menanam selada air (jukut lalapan) untuk pemula sampai siap panen berulang































