Brilio.net - Menanam anggur tidak selalu membutuhkan lahan luas. Tanaman buah ini dapat dibudidayakan menggunakan pot sehingga cocok ditempatkan di halaman, teras, atau area rumah yang masih memiliki ruang.
Metode tersebut juga memudahkan perawatan karena kondisi media tanam, kebutuhan air, dan posisi tanaman lebih mudah dipantau. Pot dapat dipindahkan ke lokasi yang mendapat cukup cahaya matahari, sementara perawatan dilakukan secara bertahap sampai tanaman memasuki fase berbunga dan menghasilkan buah. Berikut ulasannya dilansir dari Liputan6, Sabtu (8/8/2026).
1. Pilih Bibit Anggur yang Berkualitas
Keberhasilan menanam anggur dalam pot dapat dimulai dari pemilihan bibit. Bibit hasil stek yang sudah memiliki akar dapat menjadi pilihan karena pertumbuhannya disebut lebih cepat dibandingkan tanaman yang berasal dari biji.
Kondisi fisik bibit juga perlu diperiksa sebelum ditanam. Pilih batang yang masih sehat, tidak patah, dan tidak menunjukkan tanda mengering. Bibit yang berasal dari tanaman yang sebelumnya sudah menghasilkan buah juga dapat digunakan.
Sebelum dipindahkan ke pot, bibit sebaiknya ditempatkan terlebih dahulu di lokasi dengan paparan cahaya yang cukup. Penyiraman tetap dilakukan secukupnya agar kelembapan terjaga tanpa membuat akar terendam air.
2. Siapkan Pot dan Campuran Media Tanam
Pot menjadi tempat tanaman mengembangkan sistem perakaran sehingga ukurannya perlu diperhitungkan sejak awal. Pot yang cukup besar memberikan ruang lebih luas bagi akar untuk berkembang dan mengurangi kebutuhan pemindahan tanaman terlalu sering.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah lubang drainase pada bagian bawah pot. Lubang tersebut diperlukan agar kelebihan air dapat keluar dan tidak tertahan di dalam media.
Untuk media tanam, gunakan campuran tanah, kompos, dan sekam. Ketiganya dicampur secara merata sebelum dimasukkan ke pot supaya media memiliki komposisi yang lebih seragam.
| Yang Disiapkan | Hal yang Perlu Diperhatikan |
|---|---|
| Pot | Gunakan pot yang memiliki lubang pembuangan air agar media tanam tidak tergenang. |
| Media tanam | Campurkan tanah, kompos, dan sekam hingga tercampur rata sebelum dimasukkan ke dalam pot. |
| Isi pot | Masukkan media tanam hingga sebagian besar volume pot terisi, tetapi sisakan ruang agar media tidak mudah tumpah saat disiram. |
3. Pindahkan Bibit ke Dalam Pot
Setelah pot dan media siap, buat lubang tanam di bagian tengah. Kedalamannya cukup disesuaikan dengan ukuran akar agar akar tidak terlipat atau tertekuk ketika bibit dimasukkan.
Letakkan bibit secara tegak, lalu tutup bagian akar menggunakan media tanam. Tekan permukaannya secara perlahan supaya tanaman berdiri kokoh tanpa membuat media terlalu padat.
Penyiraman dapat dilakukan setelah bibit ditanam. Air membantu media menempel pada bagian akar, tetapi jumlahnya tetap perlu dikontrol agar tidak terjadi genangan.
Pada tahap awal, pot bisa ditempatkan di area yang mendapatkan cahaya matahari secara bertahap. Setelah tanaman mulai beradaptasi dan tumbuh, durasi paparan matahari dapat ditingkatkan.
4. Tempatkan Pot di Area yang Mendapat Matahari
Cahaya matahari menjadi bagian penting dalam pertumbuhan tanaman anggur. Karena itu, pilih lokasi terbuka seperti halaman atau teras yang tidak terlalu terhalang bangunan maupun pepohonan.
Selain cahaya, sirkulasi udara juga perlu diperhatikan. Aliran udara yang cukup membantu menghindari kondisi terlalu lembap pada bagian batang dan daun.
Letakkan pot pada permukaan yang rata agar tidak mudah bergeser ketika terkena angin atau hujan. Ketika batang mulai memanjang, pasang penyangga untuk mengarahkan rambatan sekaligus membantu cabang tumbuh lebih teratur.
5. Atur Penyiraman dan Pemupukan
Tanaman yang tumbuh di dalam pot membutuhkan perhatian terhadap ketersediaan air karena media dalam pot dapat kehilangan air lebih cepat daripada tanah di lahan terbuka.
Penyiraman dilakukan berdasarkan kondisi media. Ketika kadar air mulai berkurang, tanaman dapat disiram secukupnya. Hindari memberikan air terlalu banyak sampai tertinggal sebagai genangan karena kondisi tersebut dapat mengganggu akar.
Selain air, anggur membutuhkan nutrisi tambahan melalui pupuk. Pemberian pupuk dilakukan secara berkala dan disesuaikan dengan kebutuhan tanaman pada setiap tahap pertumbuhan.
Hal yang perlu diperhatikan:
Siram ketika media mulai kehilangan kelembapannya.
Berikan pupuk secara berkala.
Jangan sampai air menggenang di dalam pot.
6. Pangkas Cabang yang Tidak Diperlukan
Pemangkasan membantu mengendalikan arah pertumbuhan tanaman anggur. Cabang yang sudah tidak tumbuh atau mengering dapat dipotong agar tanaman tetap memiliki bentuk yang lebih teratur.
Gunakan alat yang bersih ketika memangkas. Pemotongan sebaiknya dilakukan secara bertahap supaya tanaman memiliki kesempatan untuk beradaptasi.
Setelah pemangkasan, kebutuhan dasar tanaman tetap perlu dipenuhi melalui penyiraman dan pemupukan. Perawatan tersebut membantu tanaman menghasilkan tunas baru yang selanjutnya dapat berkembang menjadi cabang dan memasuki fase pembungaan.
7. Lanjutkan Perawatan sampai Buah Matang
Setelah tanaman mulai berkembang, perawatan perlu diteruskan secara konsisten hingga buah terbentuk. Pemeriksaan rutin pada batang, daun, dan media tanam dapat dilakukan untuk mengetahui perubahan kondisi tanaman sejak awal.
Ketika tandan buah mulai muncul, kebutuhan dasar seperti air, cahaya matahari, dan nutrisi tetap harus dijaga sesuai kondisi tanaman. Pot juga sebaiknya tidak terlalu sering dipindahkan karena tanaman membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan.
Anggur dapat dipanen ketika buah sudah mencapai tingkat kematangan yang sesuai. Tandan dipotong menggunakan alat yang bersih agar bagian tanaman tetap terjaga. Setelah panen, tanaman masih dapat dirawat untuk melanjutkan pertumbuhan dan memasuki siklus berikutnya.
FAQ
1. Apakah tanaman anggur harus selalu ditanam di lahan terbuka?
Tidak. Materi sumber secara khusus membahas budidaya anggur menggunakan pot sehingga tanaman dapat ditempatkan di halaman, teras, atau area rumah yang tersedia.
2. Mengapa pot untuk tanaman anggur harus memiliki lubang di bagian bawah?
Lubang diperlukan sebagai jalur keluarnya kelebihan air setelah penyiraman sehingga air tidak tertahan di dalam pot.
3. Kapan penyangga mulai diperlukan pada tanaman anggur?
Penyangga dapat disiapkan ketika batang mulai memanjang. Fungsinya membantu mengarahkan rambatan dan menjaga pertumbuhan cabang tetap teratur.
4. Mengapa pot anggur sebaiknya tidak terlalu sering dipindahkan?
Tanaman membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat tumbuhnya. Karena itu, setelah memperoleh lokasi yang sesuai, pemindahan sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering.
5. Bagaimana mengetahui anggur sudah bisa dipanen?
Materi sumber tidak menetapkan ukuran, warna, atau jumlah hari tertentu sebagai patokan. Yang disebutkan adalah buah dipanen setelah mencapai tingkat kematangan yang sesuai.
Recommended By Editor
- Cara memupuk alpukat agar rajin berbunga dan berbuah, perhatikan dosis serta waktunya
- Cara budidaya kimpul di lahan terbatas, ketahui tahapan tanam hingga panennya
- Cara menanam pare di pagar besi rumah biar berbuah lebat dan rapi
- Cara budidaya bayam di pot agar cepat panen dan hasilnya melimpah sepanjang tahun
- Cara menanam sawi di galon bekas agar cepat panen, hemat, dan bebas pestisida

