- Dino Patti Djalal Soroti Frekuensi Kunjungan Luar Negeri Presiden
- Usulkan Pemanfaatan Teknologi dan Forum Internasional
- Teddy Sampaikan Terima Kasih atas Masukan Dino
- Teddy Sebut Kelebihan Biaya Ditanggung Pribadi Presiden
- Jumlah Rombongan Disebut Sudah Berkurang Lebih dari Separuh
- Alasan Prabowo Dinilai Perlu Aktif Berdiplomasi
- Teddy Sebut Diplomasi Menghasilkan Sejumlah Capaian
Brilio.net - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan penjelasan terkait frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto setelah muncul kritik dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal.
Tanggapan tersebut disampaikan Teddy melalui video yang diunggah akun media sosial Sekretariat Kabinet pada Senin (1/6/2026). Dalam pernyataannya, Teddy menjawab sejumlah poin yang sebelumnya disampaikan Dino terkait intensitas perjalanan luar negeri Presiden Prabowo, biaya kunjungan, hingga jumlah rombongan yang menyertai kepala negara.
Dino Patti Djalal Soroti Frekuensi Kunjungan Luar Negeri Presiden
Teddy Indra Wijaya respons kritik Dino Patti Djalal
© 2026 /Instagram @sekretariat.kabinet; Instagram @dinopattidjalal @fpcindo
Sebelumnya, Dino Patti Djalal menyampaikan pandangannya mengenai aktivitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo.
Dalam pernyataannya, Dino mengaku menyampaikan masukan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian terhadap arah diplomasi Indonesia.
"Bapak Presiden yang kami hormati, Bapak Presiden telah menganugerahkan Bintang Mahaputra kepada saya yang berarti Bapak mempercayai kredibilitas dan pandangan saya mengenai politik luar negeri. Karena itu, saya juga merasa memiliki tanggung jawab moril untuk menyampaikan pesan apa adanya," ujar Dino Patti Djalal dalam videonya pada Minggu (31/5/2026), dikutip brilio.net dari Instagram @dinopattidjalal dan @fpcindo, Selasa (2/6/2026).
Teddy Indra Wijaya respons kritik Dino Patti Djalal
© 2026 /Instagram @sekretariat.kabinet; Instagram @dinopattidjalal @fpcindo
Dino menilai frekuensi perjalanan luar negeri Presiden Prabowo cukup tinggi dibandingkan pemimpin negara lain.
"Sebagai sahabat lama Bapak, saya mewakili komunitas hubungan internasional dan banyak rakyat Indonesia menghimbau Presiden Prabowo untuk secara signifikan mengurangi perjalanan ke luar negeri dan tidak menganggap remeh jeritan publik mengenai hal ini,” lanjut Dino.
Menurut Dino, perjalanan luar negeri kepala negara memerlukan anggaran yang besar karena mencakup biaya transportasi, penginapan, logistik, pengamanan, hingga kebutuhan delegasi pendamping.
Usulkan Pemanfaatan Teknologi dan Forum Internasional
Dalam kesempatan yang sama, Dino menyampaikan lima saran untuk efisiensi diplomasi.
Salah satunya adalah mendorong pemanfaatan komunikasi virtual seperti video conference atau panggilan telepon untuk menjaga hubungan dengan pemimpin negara lain.
"Jadi dengan satu video call yang bernilai Rp0, negara praktis dapat menghemat ratusan miliar dari perjalanan luar negeri, dan hasilnya dari segi substansi juga kurang lebih sama,” ujar Dino
Selain itu, Dino mengusulkan agar kunjungan ke forum internasional dimanfaatkan untuk menggelar lebih banyak pertemuan bilateral dengan pemimpin negara lain yang hadir dalam acara yang sama.
Dino juga menyarankan agar agenda perjalanan luar negeri direncanakan lebih jauh dan diinformasikan kepada publik guna meningkatkan transparansi.
Secara garis besar, ada lima saran yang ditawarkan Dino.
1. Optimalisasi Komunikasi Digital: Memprioritaskan penggunaan panggilan video atau telepon untuk koordinasi bilateral yang bersifat singkat guna menekan pengeluaran negara.
2. Penerapan Formula 1+8: Memanfaatkan kehadiran dalam forum multilateral (seperti PBB atau G20) untuk mengadakan pertemuan maraton dengan beberapa kepala negara sekaligus di sela-sela acara.
3. Perencanaan Terjadwal dan Transparan: Menyusun serta mengumumkan peta perjalanan kepresidenan secara terbuka minimal satu bulan atau satu minggu sebelum keberangkatan melalui Sekretaris Negara atau Menteri Luar Negeri.
4. Menerima Tamu Negara di Dalam Negeri: Meningkatkan frekuensi penerimaan kunjungan pemimpin dunia di tanah air sebagai alternatif kunjungan keluar.
5. Pendelegasian Tugas Taktis: Mengalihkan misi diplomatik taktis kepada Menteri Luar Negeri Sugiono beserta tim staf yang lebih ringkas demi efisiensi anggaran.
Teddy Sampaikan Terima Kasih atas Masukan Dino
Teddy Indra Wijaya respons kritik Dino Patti Djalal
© 2026 /Instagram @sekretariat.kabinet; Instagram @dinopattidjalal @fpcindo
Menanggapi kritik tersebut, Teddy lebih dulu menyampaikan apresiasi terhadap masukan yang diberikan Dino Patti Djalal.
"Sebelumnya, terima kasih atas masukan yang telah diberikan, sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan,” ujar Teddy, dikutip dari Instagram @sekretariat.kabinet, Selasa (2/6/2026).
Setelah itu, Teddy menjelaskan sejumlah poin yang menurutnya perlu diluruskan.
Teddy Sebut Kelebihan Biaya Ditanggung Pribadi Presiden
Teddy menegaskan bahwa biaya perjalanan Presiden telah memiliki alokasi anggaran negara. Apabila terdapat pengeluaran di luar anggaran tersebut, biaya tambahan disebut ditanggung secara pribadi oleh Presiden Prabowo.
"Ini sudah dijelaskan beberapa kali. Jadi, segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo,” kata Teddy.
Jumlah Rombongan Disebut Sudah Berkurang Lebih dari Separuh
Selain soal biaya, Teddy juga menanggapi kritik mengenai ukuran rombongan yang menyertai Presiden dalam kunjungan luar negeri.
Menurutnya, jumlah delegasi saat ini telah jauh lebih sedikit dibandingkan periode sebelumnya.
"Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran, lebih dari separuh dari periode sebelumnya,” lanjut Seskab.
Teddy menyebut rombongan Presiden Prabowo umumnya terdiri dari sekitar 50 hingga 60 orang.
"Jadi kalau dulu itu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang—zaman Pak Dino seperti itu—nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal,” rinci Teddy.
Ia juga menunjukkan dokumen kunjungan kenegaraan tahun 2014 yang memperlihatkan jumlah anggota tim mencapai lebih dari seratus orang.
Teddy Indra Wijaya respons kritik Dino Patti Djalal
© 2026 /Instagram @sekretariat.kabinet; Instagram @dinopattidjalal @fpcindo
Alasan Prabowo Dinilai Perlu Aktif Berdiplomasi
Teddy turut menjelaskan alasan pemerintah menilai kunjungan luar negeri tetap penting dilakukan.
Menurutnya, Presiden Prabowo mulai memimpin ketika situasi global sedang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari konflik di Ukraina hingga ketegangan di kawasan Timur Tengah.
"Jadi setiap pemimpin tentunya harus membangun hubungan yang dekat antar-pemimpin dunia,” tegas Teddy.
Ia menilai hubungan personal antarpemimpin negara menjadi bagian penting dari diplomasi yang dapat membantu Indonesia saat menghadapi situasi darurat di masa depan.
"Kita harus panen hubungan yang baik, lalu bila suatu saat ada kondisi mendesak, kita bisa minta bantuan, dan begitu pula sebaliknya,” jelas Seskab.
Teddy Sebut Diplomasi Menghasilkan Sejumlah Capaian
Dalam penjelasannya, Teddy juga menyampaikan sejumlah hasil yang menurut pemerintah berkaitan dengan aktivitas diplomasi Indonesia dalam 1,5 tahun terakhir.
Teddy Indra Wijaya respons kritik Dino Patti Djalal
© 2026 /Instagram @sekretariat.kabinet; Instagram @dinopattidjalal @fpcindo
Beberapa di antaranya mencakup keanggotaan Indonesia di BRICS, penyelesaian perjanjian tarif dengan Uni Eropa, masuknya investasi asing, kerja sama pertahanan, penyelenggaraan ibadah haji, dukungan kemanusiaan untuk Palestina, hingga upaya pembebasan warga negara Indonesia di luar negeri.
"Jadi salah besar kalau dibilang hanya gagah-gagahan atau seremonial,” kata Seskab.
Menurut Teddy, diplomasi tidak selalu terlihat di ruang publik karena sebagian proses berlangsung melalui komunikasi tertutup antarpemimpin negara maupun antarpejabat diplomatik.
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah tetap terbuka terhadap berbagai masukan terkait pelaksanaan diplomasi dan kunjungan luar negeri Presiden.
Recommended By Editor
- 9 Potret kejutan ulang tahun Seskab Teddy, tiup lilin dikelilingi Presiden dan rekan sejawat
- Dulu cuma bisa lihat di berita, sekarang anak sekolah bisa lihat langsung isi Istana Kepresidenan
- Diplomasi unik Presiden Prabowo: Beri kado untuk anjing Presiden Korea bernama Bobby
- Survei: Seskab Teddy Indra ungguli Purbaya di daftar 10 menteri berkinerja terbaik
- Prabowo anugerahkan Bintang Mahaputera Utama untuk Seskab Letkol Teddy, apa jasanya?




































