Brilio.net - Kecelakaan antara Kereta Api (KA) jarak jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya dan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026, sekitar pukul 20.57 WIB.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan insiden ini bermula dari sebuah taksi yang tertabrak KRL di jalur perlintasan (JPL) kawasan Bulak Kapal. Kejadian tersebut memaksa KRL berhenti mendadak di jalurnya.
"Jadi KRL itu berhenti karena ada taksi yang tertabrak di perlintasan dekat Bulak Kapal," ujar Franoto dikutip brilio.net dari Liputan6, Selasa (28/4/2026).
tabrakan kereta bekasi timur
© 2026 /Istimewa
Karena KRL terhenti tiba-tiba, KA Argo Bromo Anggrek yang berada di belakangnya tidak sempat menghindar dan menghantam bagian belakang KRL tersebut.
"KRL berhenti, lalu di belakangnya ada KA Argo Bromo Anggrek yang kemudian terjadi tabrakan," tambahnya.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, gerbong perempuan KRL menjadi bagian yang ditabrak oleh kereta jarak jauh tersebut. Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan petugas tengah berupaya melakukan evakuasi di lokasi kejadian.
Korban: 4 Meninggal, 38 Dievakuasi ke Rumah Sakit
Jumlah korban jiwa akibat kecelakaan ini bertambah seiring berjalannya proses evakuasi. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, memastikan empat orang dinyatakan meninggal dunia, bertambah dari laporan sebelumnya yang menyebut tiga orang.
"38 orang sudah dievakuasi dan 4 orang teridentifikasi meninggal dunia. Semua sudah dievakuasi ke RS," ungkap Anne di lokasi kejadian, dikutip dari Liputan6.
Seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sementara itu, 38 penumpang KRL yang mengalami luka dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan terdekat, antara lain RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi.
Penanganan di lapangan melibatkan KAI bersama Basarnas, TNI, Polri, serta tim medis yang bergerak cepat untuk memastikan seluruh korban mendapatkan pertolongan secepatnya.
Anne menyampaikan permohonan maaf sekaligus duka cita dari pihak KAI.
"Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik. Kami memahami kesedihan yang dirasakan keluarga, dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses penanganan berjalan dengan baik," ujarnya.
Ratusan Penumpang Telantar di Stasiun Manggarai
Dampak kecelakaan ini langsung dirasakan ratusan penumpang KRL yang tertahan di Stasiun Manggarai, Jakarta, hingga larut malam.
Salah satu penumpang, Adi, yang hendak pulang ke Tambun setelah mengunjungi rekannya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, mengaku menunggu lebih dari satu setengah jam tanpa kepastian.
"Saya sudah menunggu kereta lebih dari 1,5 jam di sini," kata Adi, dikutip dari Liputan6.
Hingga pukul 23.00 WIB, Adi belum juga mendapatkan kereta dan akhirnya memutuskan meminta seseorang menjemputnya. Ia juga menyebut ada KRL yang sudah terisi penuh penumpang namun belum dapat diberangkatkan lantaran kondisi jalur yang terganggu.
"Kereta sudah penuh, tapi belum berangkat," katanya.
Penumpang lain, Eni, seorang pekerja di kawasan Gondangdia yang berdomisili di Kota Bekasi, mengungkapkan hal serupa. Ia sudah menunggu sejak pukul 21.26 WIB hari Senin.
"Saya sudah menunggu sekitar 1,5 jam. Akhirnya memilih dijemput untuk pulang," kata Eni.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 23.00 WIB menunjukkan ratusan penumpang memadati area luar Stasiun Manggarai. Sebagian menunggu jemputan, sementara sebagian lainnya memesan ojek daring untuk melanjutkan perjalanan. Petugas keamanan stasiun terus memberikan penjelasan kepada penumpang terkait situasi yang berlangsung.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyatakan pihaknya masih memusatkan perhatian pada penanganan di lokasi saat itu.
"Masih dalam proses penanganan di Stasiun Bekasi Timur untuk kejadian kecelakaan antara Commuter Line dengan kereta jarak jauh," ujarnya.
Terkait ada atau tidaknya korban pada malam kejadian, Karina menyebut pihaknya masih menunggu proses evakuasi rampung.
"Untuk ada atau tidaknya korban, kami masih menunggu proses evakuasi selesai terlebih dahulu. Semua penanganan sedang dilakukan," kata Karina Senin malam.
Operasional KRL lintas Bekasi tetap berjalan namun dengan pembatasan, hanya sampai Stasiun Bekasi dan belum dapat dilanjutkan hingga Stasiun Cikarang.
9 Perjalanan Kereta Jarak Jauh Dibatalkan
Pada Selasa, 28 April 2026, PT KAI resmi mengumumkan pembatalan sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen sebagai imbas dari insiden tersebut.
"Seluruh perjalanan kereta api jarak jauh yang berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasarsenen untuk sementara dihentikan guna mendukung proses penanganan dan memastikan keselamatan perjalanan," ujar Anne Purba dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/4/2026), dilansir dari Liputan6.
Berikut daftar perjalanan yang dibatalkan:
Keberangkatan 27 April 2026:
- KA 120B Gunungjati (Gambir–Cirebon)
- KA 139B Parahyangan (Kiaracondong–Gambir)
- KA 140B Parahyangan (Gambir–Kiaracondong)
- KA 22 Argo Muria (Gambir–Semarang Tawang)
Keberangkatan 28 April 2026:
- KA 117B Gunungjati (Cirebon–Gambir)
- KA 56F–53F Purwojaya (Cilacap–Gambir)
- KA 58F–59F Purwojaya (Gambir–Cilacap)
- KA 143B Madiun Jaya (Madiun–Pasar Senen)
- KA 17 Argo Sindoro (Semarang Tawang–Gambir)
KAI Siapkan Bus untuk Penumpang Argo Bromo Anggrek
Sebagai bagian dari pelayanan lanjutan, KAI menyiapkan armada bus khusus bagi penumpang KA 4 Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi–Gambir agar dapat melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Gambir.
"Untuk pelanggan KA 4 Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi-Gambir, KAI menyiapkan layanan bus guna melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Gambir sebagai bagian dari pelayanan lanjutan," ucap Anne.
KAI juga menyampaikan akan menyesuaikan pola operasi KRL secara bertahap menyesuaikan kondisi jalur yang ada, agar layanan kepada penumpang dapat terus berjalan seiring proses pemulihan di lokasi kejadian.
Permintaan Maaf Resmi PT KAI Atas Tabrakan Kereta di Bekasi
Menyusul insiden kecelakaan yang melibatkan Commuter Line dan kereta api jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026), PT KAI menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada publik.
VP Corporate Secretary KAI, Anne Purba, menyatakan rasa duka cita yang mendalam dan berkomitmen untuk memberikan perawatan terbaik bagi para korban. Berdasarkan kronologi sementara, kecelakaan terjadi saat Commuter Line arah Cikarang yang tengah berhenti di jalur 1 ditabrak oleh kereta jarak jauh yang masuk ke jalur yang sama dari arah barat.
Recommended By Editor
- Benarkah petugas KRL dipecat cuma gara-gara hilangkan tumbler penumpang? Ini klarifikasi resmi KAI
- Prabowo: Tak usah ribut soal utang Whoosh Rp116 Triliun, saya tanggung jawab
- Kenapa Purbaya tolak bayar utang kereta cepat? Ini alasan dan jumlah utangnya
- Luna Maya dan Maxime naik kereta mewah saat bulan madu di Italia, taksiran tarifnya bikin melongo
- Heboh tunjangan DPR, 9 potret Adrian Maulana tunjukkan cara ngantor pakai KRL bisa irit Rp5 juta/bulan
- KAI tegaskan tak ada ruang merokok di kereta, usulan gerbong khusus perokok resmi ditolak
- Profil Nasim Khan, anggota DPR yang disorot gara-gara usul gerbong khusus perokok di KA jarak jauh
































