Brilio.net - Keinginan resign kadang muncul setelah berbulan-bulan merasa lelah bekerja. Kamu mungkin ingin mencari pekerjaan yang lebih cocok, beristirahat sebentar, atau mencoba jalur karier baru. Namun, ada satu hal yang perlu dihitung sebelum mengirim surat pengunduran diri: berapa lama uang yang kamu punya bisa membiayai hidup tanpa gaji bulanan?
Cara menghitung biaya hidup sebelum resign bukan sekadar menjumlahkan pengeluaran sehari-hari. Kamu juga perlu memperhitungkan cicilan, kebutuhan yang muncul sesekali, tanggungan, dan kemungkinan waktu mencari pekerjaan baru lebih lama dari perkiraan.
Dengan perhitungan ini, kamu bisa melihat kondisi keuangan secara lebih realistis dan menentukan langkah berikutnya berdasarkan angka, bukan hanya perkiraan.
Hitung biaya hidup bulanan yang tetap harus dibayar setelah resign
Cara menghitung biaya hidup
© 2026 brilio.net/Gemini AI
Mulailah dengan mencatat pengeluaran yang tetap berjalan meskipun kamu sudah tidak bekerja. Jangan langsung menggunakan angka pengeluaran saat ini tanpa memeriksanya lagi. Sebagian biaya mungkin turun karena kamu tidak perlu berangkat ke kantor, tetapi kebutuhan lain tetap ada.
Catat pengeluaran dalam beberapa kelompok berikut:
- Tempat tinggal: kos, kontrakan, listrik, air, dan internet.
- Kebutuhan sehari-hari: makan, air minum, perlengkapan mandi, dan kebutuhan rumah.
- Transportasi: bensin, parkir, transportasi umum, atau biaya servis kendaraan yang perlu disiapkan.
- Tagihan dan kewajiban: cicilan, premi atau iuran yang masih harus dibayar, serta tanggungan keluarga.
- Komunikasi dan pekerjaan: paket data, pulsa, atau akses internet untuk mencari lowongan dan mengikuti wawancara.
- Kebutuhan pribadi: obat yang diperlukan, perawatan dasar, dan pengeluaran lain yang sulit dihilangkan.
Gunakan riwayat transaksi rekening, dompet digital, atau catatan belanja selama dua hingga tiga bulan terakhir sebagai titik awal. Cara ini membantu kamu melihat kebiasaan pengeluaran yang mungkin terlupakan, seperti biaya langganan aplikasi, pesan makanan, atau transfer rutin ke keluarga.
Setelah itu, pisahkan pengeluaran wajib dari pengeluaran yang bisa dikurangi sementara. Misalnya, biaya hiburan mungkin dapat ditekan, tetapi biaya kos, makan, dan cicilan tetap harus diperhitungkan.
Masukkan biaya tidak rutin dan kebutuhan mencari kerja
Pengeluaran bulanan belum menggambarkan seluruh kebutuhan setelah resign. Ada biaya yang tidak muncul setiap bulan, tetapi tetap perlu disiapkan agar tidak mengganggu anggaran saat pemasukan sedang berhenti.
Contohnya adalah servis motor, penggantian barang yang rusak, pemeriksaan kesehatan, pembayaran tahunan, atau perjalanan untuk urusan keluarga. Jika kamu memiliki tanggungan, pertimbangkan juga kebutuhan mendadak yang realistis berdasarkan situasi keluarga.
Jangan lupa memasukkan biaya mencari pekerjaan. Walaupun proses melamar kerja bisa dilakukan secara daring, kamu mungkin tetap membutuhkan transportasi untuk wawancara, pakaian yang sesuai, akses internet, atau pelatihan tertentu.
Agar lebih mudah, buat daftar seperti ini:
- Pengeluaran bulanan rutin.
- Pengeluaran tidak rutin yang sudah diketahui jadwalnya.
- Biaya pencarian kerja atau persiapan karier.
- Dana cadangan untuk kebutuhan mendesak.
Hindari memasukkan semua pengeluaran ke satu kategori tanpa rincian. Jika servis kendaraan diperkirakan membutuhkan biaya tertentu beberapa bulan lagi, misalnya, alokasikan dana tersebut dari sekarang. Dengan begitu, uang itu tidak keliru dianggap sebagai tabungan bebas pakai.
Cara menghitung berapa lama tabungan bisa bertahan
Setelah mengetahui kebutuhan, hitung dana yang benar-benar bisa digunakan untuk membiayai hidup. Jangan otomatis menganggap seluruh saldo rekening sebagai uang yang tersedia untuk resign.
Sisihkan lebih dahulu dana yang sudah memiliki tujuan tertentu, seperti pembayaran tagihan yang segera jatuh tempo, biaya tahunan yang sudah diketahui, atau uang milik orang lain yang dititipkan di rekeningmu.
Gunakan rumus sederhana berikut:
Lama bertahan (bulan) = dana yang tersedia untuk hidup ÷ perkiraan pengeluaran bulanan setelah resign
Sebagai contoh, kamu memiliki dana Rp30 juta yang bisa dialokasikan untuk hidup setelah resign. Perkiraan kebutuhan bulananmu adalah Rp4 juta.
Rp30 juta ÷ Rp4 juta = 7,5 bulan.
Artinya, secara hitungan sederhana, dana tersebut cukup untuk sekitar tujuh bulan setengah jika pengeluaran sesuai rencana dan tidak ada kebutuhan besar tambahan. Angka ini bukan jaminan bahwa kamu akan memperoleh pekerjaan sebelum dana habis.
Berikut contoh simulasi dengan dana awal yang sama:
| Pengeluaran per bulan | Dana tersedia | Perkiraan daya tahan |
|---|---|---|
| Rp3 juta | Rp30 juta | 10 bulan |
| Rp4 juta | Rp30 juta | 7,5 bulan |
| Rp5 juta | Rp30 juta | 6 bulan |
Angka di atas hanya ilustrasi. Sesuaikan dengan biaya hidup, cicilan, tanggungan, dan kondisi keuanganmu sendiri.
Supaya perhitungan lebih realistis, buat setidaknya dua skenario: pengeluaran hemat yang masih nyaman dijalani dan pengeluaran lebih tinggi jika ada kebutuhan tak terduga. Jangan membuat anggaran terlalu ketat sampai kebutuhan makan, kesehatan, atau pencarian kerja justru terabaikan.
Kalau kamu berencana istirahat beberapa bulan sebelum mulai melamar, masukkan juga periode tersebut ke dalam rencana. Tabungan perlu membiayai masa istirahat sekaligus masa mencari pekerjaan, bukan hanya salah satunya.
Cek sumber penghasilan, cicilan, dan hak setelah resign
Besarnya tabungan bukan satu-satunya faktor yang menentukan kesiapan resign. Kamu juga perlu melihat apakah ada pemasukan lain yang bisa diandalkan selama tidak bekerja.
Jika kamu memiliki usaha sampingan, penghasilan dari proyek lepas, atau pemasukan rutin lain, hitung berdasarkan jumlah yang realistis diterima. Jangan menggunakan perkiraan pendapatan tertinggi jika jumlahnya berubah-ubah setiap bulan. Untuk perencanaan yang lebih hati-hati, buat simulasi ketika pemasukan tersebut lebih rendah daripada biasanya.
Periksa juga cicilan dan kewajiban yang masih berjalan. Pinjaman, cicilan kendaraan, pembayaran kartu kredit, atau tanggungan keluarga tidak otomatis berhenti ketika kamu meninggalkan pekerjaan. Jika memungkinkan, hitung apakah kewajiban tersebut tetap dapat dibayar dalam skenario pemasukan rendah.
Sebelum mengajukan resign, tanyakan kepada HR mengenai pembayaran akhir yang menjadi hakmu, jadwal pencairan, serta administrasi yang perlu diselesaikan. Jangan memasukkan pembayaran yang belum dikonfirmasi ke dalam dana yang siap digunakan. Jika ada ketentuan kontrak atau hal yang belum jelas, periksa dokumen kerja dan mintalah penjelasan resmi.
Kamu juga bisa mempertimbangkan apakah perlu menunggu sampai memperoleh pekerjaan baru, mencari pekerjaan sambil tetap bekerja, atau menyiapkan sumber penghasilan lain terlebih dahulu. Pilihannya bergantung pada kondisi kerja, kebutuhan pribadi, dan kemampuan keuanganmu.
Checklist keuangan sebelum mengajukan resign
Sebelum mengambil keputusan, periksa kembali beberapa hal berikut:
Hasil perhitungan ini dapat membantu kamu melihat apakah rencana resign cukup realistis, perlu ditunda sambil menambah tabungan, atau perlu disertai strategi pemasukan lain. Jika pekerjaan saat ini berdampak serius pada keselamatan atau kesehatan, pertimbangkan juga kebutuhan untuk mendapatkan bantuan dan pilihan transisi yang sesuai dengan situasimu.
Pada akhirnya, tidak ada satu jumlah tabungan yang cocok untuk semua orang. Kebutuhan orang yang tinggal sendiri tanpa cicilan tentu berbeda dari orang yang menanggung keluarga. Yang penting, kamu memahami berapa biaya hidup yang harus ditanggung, berapa dana yang benar-benar tersedia, dan apa rencana jika pencarian kerja berlangsung lebih lama daripada perkiraan.
Simpan perhitungan tersebut dan perbarui angkanya sebelum membuat keputusan. Kamu juga bisa membagikannya kepada teman yang sedang mempertimbangkan resign agar persiapannya tidak hanya berdasarkan perkiraan.
FAQ
1. Berapa tabungan yang ideal sebelum resign?
Tidak ada jumlah yang berlaku untuk semua orang. Hitung kebutuhan hidup bulanan, cicilan, tanggungan, dan perkiraan waktu mencari pekerjaan. Semakin tidak pasti pemasukan berikutnya, semakin penting menyiapkan ruang cadangan dalam perhitungan.
2. Bagaimana cara menghitung biaya hidup setelah resign?
Jumlahkan pengeluaran rutin, kewajiban bulanan, biaya tidak rutin yang perlu disiapkan, serta biaya mencari pekerjaan. Kurangi pengeluaran yang memang bisa ditekan, tetapi jangan menghilangkan kebutuhan dasar dari anggaran.
3. Apakah boleh resign tanpa pekerjaan baru?
Bisa menjadi pilihan, tetapi perlu mempertimbangkan kondisi keuangan, alasan resign, tanggungan, dan rencana setelah berhenti bekerja. Hitung kemampuan membiayai hidup tanpa gaji dan siapkan langkah jika pencarian kerja memakan waktu lebih lama.
4. Apakah seluruh tabungan boleh digunakan untuk biaya hidup setelah resign?
Sebaiknya jangan langsung menganggap seluruh saldo sebagai dana yang bebas digunakan. Pisahkan uang untuk tagihan yang sudah jatuh tempo, kebutuhan dengan alokasi khusus, dan dana yang ingin tetap dijaga untuk keadaan mendesak.
5. Bagaimana jika tabungan belum cukup untuk resign?
Kamu bisa mempertimbangkan menunda resign sambil menambah tabungan, mengurangi pengeluaran yang memungkinkan, mencari pekerjaan baru sebelum keluar, atau membangun pemasukan tambahan. Namun, keputusan juga perlu mempertimbangkan kondisi pekerjaan dan kebutuhan pribadi.
Recommended By Editor
- Cara mengecek langganan aplikasi yang diam-diam menguras uang
- 11 Pengeluaran bulanan yang sering terlupakan saat bikin budget
- Cara membuat budget ketika penghasilan tidak tetap
- Gaji cepat habis sebelum akhir bulan? Cek pengeluaran yang sering terlewat
- Cara mencatat pengeluaran harian tanpa aplikasi, biar uang nggak cepat habis


