Solusi mengatasi minyak goreng meletup-letup saat goreng ikan basah tanpa perlu tutup wajan
Diperbarui 2 Sep 2026, 14:55 WIB
Diterbitkan 2 Sep 2026, 10:00 WIB
- Kenapa Minyak Bisa Meletup Saat Menggoreng Ikan?
- Cara Mengatasi Minyak Meletup Saat Goreng Ikan
- Kondisi Ikan Sebelum Digoreng Bisa Berbeda
- Bagan Alur Menggoreng Ikan Basah Tanpa Menutup Wajan
- Jangan Lakukan Ini Saat Minyak Sedang Meletup
- Kalau Ikan Sudah Dikeringkan tapi Minyak Masih Meletup, Cek Bagian Ini
- Permukaan Ikan Kering Bukan Berarti Sudah Matang
- FAQ
Brilio.net - Menggoreng ikan yang baru dicuci sering bikin waswas karena minyak tiba-tiba meletup-letup dan memercik ke segala arah. Kebiasaan langsung memasukkan ikan yang masih basah ke minyak panas bisa menjadi salah satu penyebabnya, apalagi kalau masih ada air yang menetes dari permukaannya.
Sebenarnya, cara mengatasi minyak meletup saat goreng ikan tidak selalu harus dengan menutup wajan. Sebelum ikan masuk ke minyak, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi air di permukaan ikan dan membuat proses menggoreng lebih terkendali.
Kenapa Minyak Bisa Meletup Saat Menggoreng Ikan?
Air dan minyak panas tidak bercampur dengan baik. Ketika air yang menempel pada ikan bertemu minyak bersuhu tinggi, air dapat berubah menjadi uap dengan cepat. Perubahan ini kemudian mendorong minyak di sekitarnya sehingga muncul suara letupan dan percikan.
Karena itu, ikan yang baru dicuci dan masih menetes memiliki kondisi berbeda dibanding ikan yang sudah ditiriskan. Selain kadar air di permukaan, panas minyak dan cara memasukkan ikan ke dalam wajan juga ikut memengaruhi banyaknya percikan.
Jadi, yang perlu dikurangi bukan kandungan air di dalam ikan, melainkan air bebas yang masih menempel di bagian luarnya.
Cara Mengatasi Minyak Meletup Saat Goreng Ikan
1. Tiriskan ikan setelah dicuci
Setelah ikan dibersihkan, jangan langsung memindahkannya dari air ke wajan.
Letakkan ikan di saringan atau wadah berlubang terlebih dahulu. Tunggu sampai air yang menetes berkurang.
Langkah sederhana ini membantu mengurangi air berlebih sebelum ikan bersentuhan dengan minyak panas.
2. Keringkan permukaan ikan dengan tisu dapur
Setelah ditiriskan, perhatikan kembali bagian luar ikan. Jika masih terlihat basah, tepuk perlahan menggunakan tisu dapur yang bersih dan sesuai untuk kontak dengan makanan.
Tidak perlu menggosok permukaan ikan. Cukup tekan secara perlahan pada bagian yang masih basah, terutama di lipatan atau bagian yang mudah menahan air.
Tujuannya bukan membuat ikan benar-benar kering, tetapi mengurangi kelembapan berlebih di permukaan.
3. Pastikan tidak ada es yang menempel
Jika ikan sebelumnya disimpan dalam freezer, periksa apakah masih ada lapisan es di permukaannya.
Es yang langsung masuk ke minyak panas dapat berubah menjadi air dan uap dengan cepat. Karena itu, singkirkan es berlebih dan tiriskan ikan sebelum digoreng.
Jangan memasukkan ikan yang masih memiliki bongkahan es ke dalam minyak panas.
4. Panaskan minyak secukupnya
Minyak memang perlu cukup panas untuk menggoreng, tetapi tidak perlu menunggu sampai mengeluarkan asap.
Jika minyak sudah mulai berasap, kecilkan api dan biarkan kondisinya lebih terkendali sebelum ikan dimasukkan.
Suhu yang terlalu tinggi juga tidak otomatis membuat ikan lebih cepat matang dengan hasil yang lebih baik. Pengaturan api tetap perlu disesuaikan dengan ukuran ikan dan jenis masakan.
5. Masukkan ikan dari jarak dekat
Ini bagian yang sering luput.
Jangan menjatuhkan ikan dari atas ke dalam wajan. Selain membuat minyak lebih mudah terciprat, cara tersebut juga bisa membuat minyak panas mengenai tangan atau area sekitar kompor.
Gunakan penjepit atau alat masak yang sesuai, lalu dekatkan ikan ke permukaan minyak sebelum memasukkannya secara perlahan.
Setelah satu bagian ikan masuk, turunkan bagian lainnya dengan hati-hati.
6. Jangan langsung memenuhi wajan
Masukkan ikan secukupnya dan beri ruang di antara potongan.
Wajan yang terlalu penuh membuat ikan sulit dibalik dan suhu minyak dapat berubah ketika terlalu banyak bahan dimasukkan dalam waktu bersamaan.
Jika ikannya banyak, lebih baik menggoreng dalam beberapa tahap daripada memaksakan semuanya masuk sekaligus.
Kondisi Ikan Sebelum Digoreng Bisa Berbeda
Tidak semua ikan memiliki tingkat kelembapan permukaan yang sama. Kondisinya bisa berbeda setelah dicuci, dicairkan dari freezer, atau setelah cukup lama ditiriskan.
| Kondisi Ikan Sebelum Masuk Wajan | Risiko Percikan | Langkah yang Lebih Tepat |
|---|---|---|
| Baru dicuci dan masih menetes | Lebih tinggi | Tiriskan terlebih dahulu. |
| Sudah ditiriskan tetapi permukaan masih basah | Masih berisiko | Tepuk perlahan dengan tisu dapur. |
| Permukaan sudah tidak memiliki banyak air bebas | Lebih terkendali | Masukkan ke minyak secara perlahan. |
| Ikan beku masih memiliki banyak lapisan es | Lebih tinggi | Hilangkan es berlebih dan tiriskan. |
| Ikan sudah cukup kering tetapi minyak terlalu panas | Tetap berisiko | Turunkan panas dan jangan menunggu minyak berasap. |
Tabel ini bukan berarti ikan yang sudah dikeringkan pasti bebas percikan. Minyak panas tetap bisa memercik saat menggoreng, terutama ketika masih ada kelembapan pada bahan.
Bagan Alur Menggoreng Ikan Basah Tanpa Menutup Wajan
Jangan Lakukan Ini Saat Minyak Sedang Meletup
Ada beberapa kebiasaan yang justru bisa membuat situasi lebih berbahaya.
- Jangan menuangkan air ke dalam minyak panas. Air bisa membuat minyak panas memercik dengan lebih kuat.
- Jangan memasukkan ikan menggunakan tangan yang masih basah.
- Jangan menjatuhkan ikan dari ketinggian ke dalam wajan.
- Jangan memasukkan ikan yang masih memiliki banyak es.
- Jangan menambahkan terlalu banyak ikan sekaligus.
- Jangan menaikkan api hanya agar ikan cepat kecokelatan.
- Jangan berdiri terlalu dekat dengan wajan jika percikan sedang banyak.
Kalau percikan cukup kuat, langkah pertama bukan buru-buru menyentuh atau memindahkan wajan. Kurangi sumber masalahnya dengan menjaga jarak dan mengatur panas secara hati-hati.
Kalau Ikan Sudah Dikeringkan tapi Minyak Masih Meletup, Cek Bagian Ini
Permukaan ikan yang sudah dikeringkan tidak otomatis membuat minyak sepenuhnya tenang. Jika letupan masih banyak, periksa beberapa hal.
Pertama, lihat kondisi minyak. Bisa jadi panasnya terlalu tinggi. Minyak tidak perlu sampai berasap sebelum ikan dimasukkan.
Kedua, perhatikan ukuran dan jumlah ikan. Potongan ikan yang besar atau terlalu banyak dimasukkan sekaligus dapat membuat proses menggoreng menjadi lebih sulit dikendalikan.
Ketiga, periksa cara memasukkan ikan. Ikan yang dijatuhkan dari atas dapat membuat minyak langsung terdorong dan terciprat.
Keempat, cek apakah masih ada air atau es yang tertinggal. Bagian seperti celah, lipatan, atau permukaan ikan yang tidak rata bisa menyimpan air lebih banyak dari yang terlihat.
Jadi, kalau satu langkah belum cukup, bukan berarti perlu menambahkan bahan aneh-aneh ke dalam minyak. Lebih baik periksa kembali kondisi ikan, minyak, dan teknik memasukkannya.
Permukaan Ikan Kering Bukan Berarti Sudah Matang
Mengurangi air di permukaan ikan hanya bertujuan membantu mengendalikan percikan. Hal ini tidak berkaitan dengan tingkat kematangan bagian dalam ikan.
Setelah digoreng, pastikan bagian terdalam ikan sudah matang. Jika menggunakan termometer makanan, suhu internal ikan dapat menjadi patokan yang lebih akurat untuk mengecek kematangannya.
Jangan mempercepat proses dengan api terlalu besar hanya karena bagian luar ikan belum cepat berubah warna. Sesuaikan panas dengan ukuran ikan agar bagian luar tidak terlalu cepat matang sementara bagian dalam masih belum siap.
FAQ
1. Kenapa minyak bisa meletup saat menggoreng ikan?
Minyak bisa meletup ketika air yang masih menempel pada ikan bertemu dengan minyak panas. Air tersebut dapat berubah menjadi uap dengan cepat sehingga mendorong minyak dan menimbulkan percikan.
2. Apakah ikan harus benar-benar kering sebelum digoreng?
Tidak perlu sampai kering total. Yang penting, air yang masih menetes atau kelembapan berlebih di permukaan ikan dikurangi terlebih dahulu dengan cara ditiriskan dan ditepuk menggunakan tisu dapur.
3. Apakah menutup wajan bisa menghentikan minyak yang meletup?
Tutup wajan dapat membantu menghalangi sebagian percikan, tetapi bukan berarti menghilangkan sumber letupan. Mengurangi air pada permukaan ikan dan mengatur panas minyak tetap penting.
4. Kenapa minyak masih meletup padahal ikan sudah dikeringkan?
Percikan bisa tetap terjadi karena ikan masih mengandung air, minyak terlalu panas, ada sisa es atau air pada bagian tertentu, atau ikan dimasukkan terlalu cepat dan dari jarak tinggi.
5. Bolehkah memasukkan ikan beku langsung ke minyak panas?
Sebaiknya tidak jika masih ada lapisan es atau air berlebih pada permukaannya. Cairan tersebut dapat meningkatkan percikan ketika bersentuhan dengan minyak panas, sehingga ikan sebaiknya dipersiapkan terlebih dahulu.
(brl/tin)
RECOMMENDED ARTICLES
- Sudah ditiriskan tapi gorengan tetap berminyak? Ini 5 kesalahan yang bisa jadi penyebabnya
- Kenapa ayam goreng mengeluarkan banyak busa saat digoreng? Ini penyebab yang perlu diketahui
- Cara mengetes minyak sudah panas atau belum, kenali tanda yang tepat sebelum mulai menggoreng
- Kenapa minyak goreng cepat hitam? Ini 4 hack jitu agar minyak tetap jernih dan hemat
- 4 Cara memanfaatkan minyak bekas goreng bawang jadi minyak aromatik untuk masak
FOODPEDIA
Video
Selengkapnya-
Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas
-
Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia
-
Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas
Resep
Selengkapnya-
Nggak punya oven? Yuk coba resep klapertart legit ini yang masaknya cuma pakai wajan saja
01 / 09 / 2026 20:00 WIB -
Ada sisa ayam goreng dari semalam? Yuk cobain resep soto ayam ekspres lezat cuma pakai rice cooker
31 / 08 / 2026 20:00 WIB -
Punya ayam goreng sisa semalam? Yuk diolah jadi masakan lezat pakai resep ayam suwir kemangi ini
28 / 08 / 2026 20:00 WIB