Menu MPASI usia 6-24 bulan yang nutrisinya lengkap cegah stunting dan rasanya disukai si kecil
Diperbarui 27 Okt 2026, 17:19 WIB
Diterbitkan 27 Okt 2026, 18:11 WIB
Brilio.net - Momen pemberian makanan pendamping ASI atau MPASI memegang peranan yang sangat vital bagi tumbuh kembang si kecil. Pasalnya, saat menginjak usia 6 bulan, kebutuhan energi, protein, serta zat gizi mikro seperti zat besi dan seng sudah tidak mampu lagi dipenuhi hanya dengan mengandalkan ASI. Pemberian MPASI yang tepat sangat efektif untuk mendukung perkembangan otak, mencegah stunting, sekaligus menjaga kurva pertumbuhan tetap optimal.
Akan tetapi, perjalanan ini sering kali menghadapi kendala. Proses MPASI yang kurang lancar, terutama akibat keterlambatan mengenalkan variasi bahan dan tekstur makanan pada rentang usia 6 hingga 9 bulan, menjadi pemicu utama anak berkembang menjadi picky eater. Anak yang tidak terbiasa mengeksplorasi aneka rasa dan tekstur sejak dini cenderung menunjukkan penolakan terhadap jenis makanan baru saat usianya bertambah.
Kunci utama untuk menghindari masalah tersebut adalah dengan menyusun MPASI yang bernutrisi seimbang. Tubuh bayi memerlukan kombinasi karbohidrat sebagai pemasok energi utama dan protein hewani sebagai komponen penting pembentuk sel serta pencegah stunting. Hal ini jadi kunci makanan untuk asi agar bayi gemuk. Selain itu, asupan lemak tambahan dibutuhkan guna menyokong kebutuhan kalori dan perkembangan saraf otak, diselingi sedikit serat dari sayur atau buah untuk pengenalan cita rasa.
Makanan Terbaik untuk MPASI
Pemilihan bahan makanan untuk menu harian memegang peranan penting. Sumber karbohidrat yang bagus digunakan antara lain beras putih, beras merah, kentang, ubi, atau jagung. Protein hewani merupakan komponen utama yang wajib hadir di setiap porsi makan, seperti daging ayam, daging sapi, hati ayam, telur, dan ikan. Agar kepadatan kalori makin maksimal, lemak tambahan seperti minyak kelapa, minyak zaitun, santan, atau mentega dapat ditambahkan ke dalam olahan.
Foto: Shutterstock.com
Mengenai seafood, ada beberapa pilihan ikan yang bagus untuk MPASI. Ikan kembung kaya akan kandungan asam lemak omega-3 dan DHA tinggi untuk perkembangan otak. Ikan salmon juga sangat kaya DHA dan protein tinggi. Pilihan lain yang terjangkau dan mudah dicerna adalah ikan lele dan gurame. Sementara itu, ikan gabus memiliki kandungan albumin tinggi yang ampuh mempercepat pertumbuhan jaringan tubuh.
Porsi sayuran pun perlu diperhatikan dengan cermat. Wortel dan labu siam sangat cocok karena bertekstur lembut saat dimasak serta menyajikan rasa manis alami. Pilihan lain seperti brokoli dan bayam menawarkan kekayaan zat besi, asam folat, serta serat. Sayur daun katuk juga direkomendasikan sebagai bagian dari MPASI
Racikan MPASI Untuk Usia 6 Bulan
Tahap awal merupakan fase adaptasi pencernaan bagi bayi usia 6 bulan. Tekstur yang disiapkan harus berupa puree halus atau bubur saring kental yang tidak mudah menetes dari sendok. Aturan porsinya cukup 2 sampai 3 sendok makan dewasa per porsi, dengan frekuensi pemberian 2 hingga 3 kali sehari.
Racikan menu Bubur Ayam Hati Saring bisa menjadi pilihan tepat. Bahan yang dibutuhkan meliputi 30 gram beras putih, 30 gram daging ayam giling, 15 gram hati ayam, 10 gram wortel parut, serta 1 sendok teh minyak kelapa atau mentega. Proses pembuatannya dimulai dengan merebus beras, ayam, hati ayam, dan wortel hingga menjadi bubur matang. Olahan tersebut kemudian ditumis sebentar memakai lemak tambahan, lalu disaring menggunakan saringan kawat sampai menghasilkan tekstur halus kental.
Racikan MPASI Untuk Usia 12 Bulan
Saat menginjak usia 12 bulan, si kecil mulai dilatih mengunyah tekstur yang lebih padat menuju makanan keluarga. Teksturnya bisa berupa makanan cincang halus, cincang kasar, nasi tim, atau potongan makanan yang gampang dipegang. Porsi makan ditingkatkan menjadi sekitar setengah mangkuk ukuran 250 ml, diberikan 3 sampai 4 kali makan utama ditambah 1 hingga 2 kali makanan selingan.
Sajian Nasi Tim Ikan Kembung dan Telur sangat cocok untuk rentang usia ini. Siapkan 50 gram nasi atau kentang potong dadu, 40 gram fillet ikan kembung cincang, 1 butir telur ayam, 20 gram brokoli potong kecil, dan 1 sendok makan santan kental atau minyak kelapa. Pengolahannya diawali dengan menumis bumbu halus menggunakan minyak, lalu memasukkan ikan kembung, kocokan telur, brokoli, dan nasi. Tambahkan air atau kaldu secukupnya, lalu kukus seluruh bahan hingga matang sempurna menjadi nasi tim yang lembut.
Racikan MPASI Untuk Usia 24 bulan
Memasuki usia 24 bulan, kesiapan mengonsumsi makanan keluarga utuh sudah terbentuk sepenuhnya. Tekstur makanan disajikan dalam bentuk nasi biasa, lauk pauk potong sedang, dan sayuran. Takaran porsi idealnya berkisar antara tiga perempat hingga satu mangkuk ukuran 250 ml per porsi, diberikan 3 sampai 4 kali makan utama plus 2 kali makanan selingan.
Menu Nasi Daging Sapi Tumis dan Sup Sayur merupakan perpaduan yang sangat pas. Siapkan 1 mangkuk kecil nasi putih hangat, 50 hingga 60 gram daging sapi potong kecil, 1 potong tahu, minyak goreng secukupnya, serta sup berisi wortel, buncis, dan kentang. Masak daging sapi sampai empuk menggunakan bumbu keluarga tanpa sensasi pedas berlebihan. Hidangkan sajian tumisan ini berdampingan dengan nasi putih dan sup sayuran yang hangat.
MSG Untuk MPASI yang Lebih Lezat
Banyak pertimbangan muncul terkait pemakaian Monosodium Glutamat atau MSG pada masakan si kecil. Perlu diketahui, kandungan utama MSG adalah asam glutamat, jenis asam amino penentu rasa gurih alami. Menariknya, komponen asam glutamat bebas dalam jumlah tinggi sebenarnya sudah terdapat secara alami di dalam ASI. Artinya, bayi sudah akrab dengan cita rasa gurih sejak pertama kali menyusu. Metabolismenya pun sama efisiennya dengan orang dewasa dalam memproses senyawa ini.
Foto: Shutterstock.com
Mencari MSG terbaik? Sasa MSG terbuat dari bahan tetes tebu alami, melalui proses fermentasi yang menghasilkan protein glutamat secara alami dan diproses secara higenis untuk menghasilkan produk MSG berkualitas. Lembaga pengawas seperti FDA di Amerika Serikat dan BPOM di Indonesia telah mengklasifikasikan MSG sebagai bahan tambahan pangan yang aman dikonsumsi.
Penambahan sedikit MSG mampu menjadi penambah selera makan yang efektif, merangsang nafsu makan anak yang mengalami penolakan makanan tanpa membahayakan kesehatan. Di samping itu, kandungan natrium dalam MSG hanya sekitar sepertiga dari garam dapur biasa, sehingga sangat mendukung strategi diet rendah garam.
Kendati demikian, penggunaan MSG tetap harus disikapi secara bijak. Mengingat organ ginjal bayi berusia di bawah satu tahun masih dalam tahap perkembangan, penambahan zat aditif sebaiknya ditunda hingga usia di atas 12 bulan atau diberikan dalam porsi yang sangat kecil bila sangat dibutuhkan. Rasa alami dari kaldu dan rempah tetap wajib diprioritaskan. Penggunaan MSG diperbolehkan sebagai alat bantu dalam batas wajar, tanpa perlu khawatir berlebihan.
(brl/lak)RECOMMENDED ARTICLES
- Benarkah masakan gurih dengan MSG bisa sebabkan kanker? Yuk bongkar sekarang!
- Debat sengit bumbu dapur kaldu jamur vs micin, mana yang kadar natriumnya lebih ramah tubuh?
- 10 Trik akali masakan keasinan tanpa perlu bikin dari awal, trik ini bisa kurangi garam hingga 40%
- Hobi kulineran tapi takut darah tinggi? Ini deretan makanan yang harus dihindari
- Hipertensi ternyata bukan cuma urusan konsumsi garam, kebiasaan ini bisa jadi pemicunya
FOODPEDIA
Video
Selengkapnya-
Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas
-
Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia
-
Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas
Resep
Selengkapnya-
Resep nasi goreng sehat yang rasanya nendang tapi rendah garam, gurihnya nagih dan masaknya gampang
28 / 10 / 2026 11:11 WIB -
5 Resep olahan daging berkuah lezat yang masaknya cuma pakai rice cooker, tinggal cemplung selesai
29 / 10 / 2026 14:00 WIB -
5 Resep nasi goreng khas PKL legendaris yang rasanya nendang dan bisa dibuat di dapur rumah
28 / 10 / 2026 13:11 WIB