Brilio.net - Bermain game memang aktivitas yang menyenangkan. Bagi mereka yang menggandrungi game, aktivitas luangnya akan dimanfaatkan untuk nge-game sebagai pelepas penat. Tak jarang, ketertarikan mereka terhadap game dikembangkan menjadi profesi sebagai pembuat game atau game developer.
Rico Lemba, programmer dan game developer dari Stella Null yang mengikuti acara IN.GAME Fest di Jogja mengungkapkan jika sampai saat ini, orang yang menggemari game masih distigmakan negatif oleh masyarakat. Banyak yang beranggapan orang yang nge-game itu pemalas dan hanya membuang-buang waktu saja.
"Hal itulah yang membuat masih ada orang yang malu mengakui pekerjaannya sebagai pembuat game," kata Rico yang juga alumni jurusan TI Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) ini kepada brilio.net, Minggu (16/8).
Rico bercerita jika profesi game developer atau pembuat game saat tak bisa diremehkan. Satu game yang sudah dipublish di GooglePlay dan Appstore bisa sampai menembus nominal USD 10.000. Rico sendiri merupakan kreator dari puzzle game berjudul "Layer" yang berhasil menembus 10 besar game genre puzzle di iOS Appstore.
Rico mengaku jika passionnya dengan game sudah ada sejak ia masih kecil. Ia tak mau hanya menjadi penikmat game saja. Hal itulah yang membuat ia akhirnya menekuni dunia game seutuhnya dengan menjadi programmer dan game developer di studio game miliknya sendiri, Stella Null.
Recommended By Editor
- Heboh parade Bathtub Keluarga Ceria Bersama Medicare di Bandung, ada bagi-bagi bonus 1 kardus!
- Manfaat hebat game Tetris, bantu diet hingga atasi kecanduan narkoba
- Kini ada game untuk memaksimalkan memori orang dengan skizofrenia
- Game Agustusan, aplikasi modern bangkitkan lagi semangat kemerdekaan
- Ungkap fakta #MSGYangBenar bareng SASA sambil berburu kuliner lezat di alun-alun Surabaya
- Bermain game Cut The Rope mampu tingkatkan kemampuan adaptasi

